OLEH DEWI AGRENIAWATI Akan ada yang berbeda dari pengamanan duel pertandingan persahabatan antara Prancis dan Rusia tengah pekan ini. Tim penembak jitu akan diturunkan demi mengamankan pertandingan yang digelar di Stade de France, Selasa (29/3) malam waktu setempat.
Paris diterpa serangan teroris pada 13 November ketika Prancis menjamu Jerman dan sebuah bom bunuh diri meledak di dekat stadion tersebut, sebagai bagian dari salah satu tempat yang menjadi target teror yang menewaskan 130 orang.
Wakil kepala staf ketertiban umum dan lalu lintas Laurent Simonin mengonfirmasi akan menurunkan regu penembak jitu dan spesialis tim keamanan saat pasukan Laurent Blanc untuk pertama kali comeback ke Stade de France sejak aksi teroris tersebut.
| SIMAK JUGA |
| Yohan Cabaye: Prancis Ingin Juara Euro Demi Korban Teror Paris |
| Prancis Butuh Karim Benzema! |
| Vicente Del Bosque: Prancis Jadi Ancaman Terbesar Di Euro 2016 |
“Regu penembak jitu akan ditempatkan di sekitar stadion,” tegas Simonin kepada BFM-TV.
“Tak hanya itu, ada pula unit elite polisi nasional Prancis akan menjaga sepanjang pertandingan dan akan tersedia untuk menjaga stadion dan sekitarnya.
“Fitur keamanan untuk pertandingan ini sama dengan yang diterapkan untuk tiga pertandingan Six Nations Rugby dengan sebuah tambahan keamanan ekstra,” tandasnya.


