Pelatih Persib Bandung Robert Rene Alberts menyebut pertarungan kontra Bali United pada Grup C Piala Presiden 2022, seperti final kompetisi Eropa. Duel tersebut berjalan sengit sejak awal hingga akhir.
Tidak ada yang keluar sebagai pemenang dalam pertandingan Persib versus Bali United. Laga tersebut berakhir dengan skor 1-1 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Minggu (12/6).
Sejatinya, Persib lebih dulu tertinggal usai Novri Setiawan mencetak gol ketika laga berjalan tiga menit. Akan tetapi, Maung Bandung mampu menyamakan kedudukan lewat David da Silva pada menit 80.




Partai Persib lawan Bali United berjalan dalam tempo tinggi dan panas. Bahkan, wasit Fariq Hitaba sampai mengeluarkan 12 kartu kuning dan satu kartu merah untuk pemain Bali United Eber Bessa.
"Ingat, ini masih pramusim. Kami baru berlatih selama tiga pekan dan pertandingan hari ini [semalam] seolah merupakan final kompetisi Eropa. Pemain sudah berusaha bermain dan mereka sangat senang bisa tampil lagi di hadapan Bobotoh," kata Robert.
"Ini atmosfer yang fantastis karena penonton bisa hadir untuk mendukung timnya dan bermain di GBLA," sosok berpaspor Belanda tersebut menambahkan.
Sementara jurut formasi Bali United Stefano Cugurra menyampaikan puas dengan hasil imbang tersebut. Menurutnya, semua pemain sudah mengeluarkan kemampuan terbaiknya.
Apalagi, Bali United harus bermain dengan sepuluh orang sejak menit ke-20. Bessa terpaksa keluar lebih cepat karena menerima kartu kuning kedua.
"Kita hampir menang karena sebelumnya kita beruntung karena ada satu gol cepat. Tapi saya apresiasi kerja keras pemain," ucap pria yang familier disapa Teco tersebut.
Teco menyampaikan Piala Presiden 2022 sangat penting untuk Bali United. Turnamen pramusim tersebut dijadikan sebagai rangkaian persiapan jelang berlaga di Piala AFC.
"Kita main dengan lawan kuat Persib dan suporternya. Kita senang bisa main di depan suporter lagi, kita harus berkembang lagi," ujarnya.
