Pelatih Borneo FC Mario Gomez membuka kemungkinan Boaz Solossa dimainkan pada matchday kedua Liga 1 2021/22 melawan Persik Kediri di Stadion Pakansari, Bogor, Jumat (9/9) malam WIB.
Boaz tidak dimainkan ketika Borneo FC menekuk Persebaya Surabaya 3-1 pada akhir pekan lalu. Meski berada di dalam daftar susunan pemain, Gomez memilih tidak memainkan Boaz, karena kebugaran sang pemain belum sesuai harapannya.
Kini Gomez membuka peluang bagi Boaz untuk tampil di pertandingan ini. Hanya saja, Gomez tidak menempatkannya di dalam starting eleven, meski Francisco Torres diragukan tampil, karena mendapatkan cedera ringan ketika menghadapi Persebaya.
“Kami berharap dia bisa bermain besok. Boaz tidak akan tampil sebagai pemain inti. Mungkin dia akan berada di bangku cadangan. Kemungkinan dia akan bermain pada babak kedua,” ungkap Gomez.
Meski Persik mengawali musim dengan kekalahan 1-0 dari Bali United, Gomez tidak mengingatkan anak asuhnya agar tidak meremehkan calon lawan. Persik dinilai bisa memberi ancaman serius bagi tim Pesut Etam.
“Persik sebenarnya bermain bagus saat melawan Bali United. Namun kami sudah menganalisis kekuatan mereka. Mereka punya stiker bagus, punya defend bagus. Laga besok sulit, tapi kami ingin menang. Saya mau tim ini berkembang setiap pertandingan,” tutur Gomez.
Di lain kubu, pelatih Persik Joko Susilo mewaspadai ancaman yang diberikan Borneo FC melalui kedua sayapnya. Menurut Joko, Borneo FC mempunyai pemain sayap mumpuni, seperti Terens Puhiri.
Selain itu, peran Jonathan Bustos di kubu Borneo FC menyedot perhatian Joko. Bustos menjadi motor permainan Borneo FC, dan menyumbang dua assists untuk gol Terens dan Guy Junior.
“Borneo FC memiliki pemain asing yang bagus, terutama Bustos. Dia bisa memainkan sebagai playmaker sebagai second striker. Sayap lokal mereka juga baik dan cukup cepat,” beber Joko.
Satu hal yang menjadi perhatian Joko adalah konsistensi permainan anak asuhnya. Joko menilai pemain belum siap bermain sepanjang 90 menit, sehingga mereka kecolongan gol M Rahmat menjelang laga berakhir.
“Konsistensi menjadi evaluasi kami dari laga sebelumnya. Ketika itu, kami sebenarnya tampil baik sampai menit ke-70 sebelum akhirnya menurun. Semoga ini tidak terjadi lagi,” harap Joko.




