Pada momen yang seharusnya menjadi milik Lionel Messi setelah ia melampaui legenda Jerman Miroslav Klose untuk menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Piala Dunia, Julian Álvarez justru mencuri perhatian dengan pernyataan mengejutkan dan mengejutkan di mana ia secara terbuka menyatakan keinginannya untuk meninggalkan Atlético Madrid, sebuah langkah tak terduga yang menenggelamkan pencapaian bersejarah sang bintang Argentina.
Alvarez mengatakan, dalam wawancara pertamanya dengan ESPN yang memegang hak siar, setelah kemenangan Argentina atas Austria: "Hal terbaik bagi semua pihak adalah mencari tim lain," dalam pernyataan yang jelas dan tegas yang mengungkapkan keinginannya untuk hengkang, meskipun ia hanya pemain cadangan dan seharusnya bukan menjadi pusat perhatian.
Pesan yang Kuat
Ini adalah kali pertama “Si Laba-laba” angkat bicara sejak namanya secara resmi masuk ke bursa transfer, di mana ia pertama kali dikaitkan dengan Barcelona, lalu Real Madrid yang mengajukan tawaran senilai 150 juta euro untuk merekrutnya sebagai bagian dari janji kampanye Florentino Pérez, namun ditolak oleh Atlético.
Meskipun semua orang menantikan pernyataan Alvarez, namun kekuatan pernyataan tersebut dan waktunya yang kontroversial mengejutkan dunia sepak bola, terutama karena hal itu terjadi pada momen yang seharusnya sepenuhnya didedikasikan untuk Messi dan pencapaian bersejarahnya.
Messi adalah bintang di lapangan... dan Álvarez di luarnya
Di zona campuran Stadion Dallas, semua sorotan tertuju pada Messi, namun pernyataan Álvarez yang menantang Atlético Madrid dengan cepat menyebar di kalangan jurnalis, dan menjadi headline di Spanyol, Argentina, dan Inggris—di mana namanya dikaitkan dengan Arsenal—sehingga antusiasme terhadap penampilan Messi meredup di hadapan bom media yang diledakkan oleh rekan setimnya.
Melanggar aturan tak tertulis
Timnas Argentina memiliki aturan tak tertulis yang sebaiknya tidak dilanggar; salah satunya menyatakan bahwa ketika tidak tepat untuk memperlihatkan kartu asmu, lebih baik menyembunyikannya. Hal ini menjadi semakin penting ketika hal tersebut mengungguli Messi, dan semakin penting lagi ketika hal itu menjadi kejutan besar di bursa transfer selama Piala Dunia.
Namun, Álvarez melanggar aturan-aturan tersebut, sehingga kapten Messi menjadi bintang di lapangan, sementara “Laba-laba” menjadi bintang di luar lapangan—dalam adegan langka di mana seorang pemain cadangan mencuri sorotan dari pemain terhebat dalam sejarah pada hari kejayaannya.
