La Nyalla Mattalitti, dinilai sosok yang tepat untuk memimpin PSSI periode 2019-2023. Ia dinilai bisa menjalankan Instruksi presiden (Inpres) No 3 tahun 2019 tentang percepatan pembangunan persepakbolaan nasional dengan mudah.
Kemudahan tersebut karena saat ini La Nyalla, merupakan ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI. Ia bisa meminta bantuan kepada para anggota DPD yang ada di setiap provinsi Indonesia untuk menjalankan Inpres tersebut.
"La Nyalla sebagai ketua DPD RI sangat tepat dan mumpuni untuk menjalankan Inpres tersebut. Apalagi dengan melibatkan 136 anggota DPD di 34 provinsi. Saya yakin beliau akan membaya persepakbolaan Indonesia ke titik yang lebih tinggi," kata Anggota DPD RI Bustami Zainudin.
Keluarnya Inpres tersebut karena Presiden RI Joko Widodo, ingin semua pihak terkait membantu sepakbola Indonesia menjadi lebih baik. Hal ini agar Merah Putih bisa berkibar di kancah internasional.
"Langkah yang dimaksud meliputi pengembangan bakat, peningkatan jumlah dan kompetensi wasit serta pelatih sepakbola, pengembangan sistem kompetisi berjenjang dan berkelanjutan, serta pembenahan sistem dan tata kelola sepakbola. Ya jelaslah, sosok yang cocok mengawal ini bapak La Nyalla. Sudah benar beliau kembali ke sepakbola. Karena beliau yang nantinya membuat semua unsur bersinergi," ujarnya.
Sesuai dengan Inpres tersebut, penyediaan prasarana dan sarana stadion sepakbola di seluruh Indonesia sesuai standar internasional. Terakhir, memobilisasi pendanaan untuk pengembangan sepakbola nasional.
Khusus untuk Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), diminta melakukan pengembangan kurikulum dan bakat pemain. Berikutnya melakukan pembinaan usia dini dan usia muda secara berjenjang, menyelenggarakan kompetisi sepakbola kelompok usia tingkat elite satuan pendidikan dan sekolah sepakbola, serta memfasilitasi tenaga ahli atau instruktur wasit dan pelatih.
"Menpora juga diminta melakukan bimtek kepada sentra-sentra pembinaan olahraga sepakbola agar memenuhi standar kompetisi tenaga keolahragaan, program penataran dan pelatihan, standar penyelenggaraan olahraga, dan lain-lain. Jadi nanti sebagai ketua, Pak Nyalla akan mensinergikan semua yang terkait untuk Indonesia Incorporated membangun sepakbola Indonesia."
Lebih jauh Bustami Zainudin mengatakan, Inpres tersebut tidak hanya berlaku untuk Menpora. Tetapi ada banyak pihak yang turut diminta mendukung percepatan pembangunan persepakbolaan nasional. Antara lain Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayan; Menteri Dalam Negeri; Menteri Pendidikan dan Kebudayaan; Menteri Agama; serta Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi.
Lalu, Menteri BUMN, Menteri Agraria dan Tata Ruang/ Kepala BPN; Menteri Keuangan; Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat; Menteri Kesehatan, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/ Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional; Kapolri; serta para Gubernur dan Bupati/ Walikota.
Bustami menegaskan, La Nyalla siap bekerja keras memajukan persepakbolaan tanah air jika nanti dirinya mendapat amanah untuk menakhodai PSSI. Untuk saat ini, La Nyalla berharap para voters nantinya bisa menggunakan suara sebaik mungkin untuk memilih ketum, waketum dan exco yang membawa aspirasi perubahan.
"Masyarakat sekarang sudah sangat lelah sekali. Prestasi timnas sudah semakin merosot. Soal pengalaman, pak La Nyalla sudah tidak perlu diragukan. Beliau itu mantan ketua badan tim nasional juga. Sudah sangat lengkap beliau."
