Keputusan sejumlah pesepakbola menolak memperomosikan alkohol memaksa perusahaan bir Budweiser akan memodifikasi trofi man of the match (MoTM) mulai di penyelenggaraan Piala Dunia tahun ini dan di masa mendatang.
Penghargaan pemain terbaik di tiap pertandingan pada Piala Dunia kali ini disponsori Budweiser. Bagi Budweiser, Piala Dunia 2022 menjadi pukulan buat mereka setelah pemerintah Qatar tetap melarang penjualan minuman beralkohol secara bebas.
Derita Budweiser makin bertambah ketika para pemain seperti bintang Prancis Kylian Mbappe, striker Kamerun Vincent Aboubakar, serta duo Maroko, Yassine Bounou dan Hakim Ziyech, menyembunyikan logo perusahaan yang terpampang di trofi MoTM.
Keempat pemain tersebut terpilih sebagai pemain terbaik di pertandingan, dan berhak mendapatkan trofi. Pemain lainnya yang mendapatkan trofi ini, dan tetap memperlihatkan logo produk, adalah kapten Inggris Harry Kane dan bintang Wales Gareth Bale.
Media Prancis L'Equipe pekan lalu menyebutkan, keputusan Mbappe menolak mempromosikan alkohol itu berkaitan dengan hak citranya. Selain alkohol, Mbappe juga tidak mempromosikan judi dan makanan cepat saji (junk food).
Penolakan sejumlah pemain ini membuat Budweiser akhirnya mengalah. Juru bicara AB InBev, produsen Budweiser, menyatakan pihaknya akan melakukan modifikasi di trofi yang mereka sponsori.
“Alternatif, sesuai budaya, penyesuaian telah dan akan terus dibuat untuk pemain dengan keberatan yang sangat kuat atas dasar agama,” ujar juru bicara tersebut dikutip laman Daily Mail.
Selain menyembunyikan logo produk, Mbappe juga tidak hadir dalam sesi jumpa wartawan selepas penyerahan trofi. Sepanjang Piala Dunia 2022, Mbappe sudah tiga kali mendapat penghargaan MoTM. Mbappe pun memberikan penjelasan kepada media.
“Itu bukan masalah pribadi, saya tidak ada masalah dengan jurnalis. Saya hanya perlu fokus pada turnamen dan sepakbola saya. Ketika saya ingin berkonsentrasi pada sesuatu, itulah cara saya,” jelas Mbappe.
“Itu sebabnya saya tidak melakukan jumpa wartawan. Sekarang saya tahu FFF (federasi sepakbola Prancis) didenda, dan saya berkata saya akan membayar denda itu sendiri. Saya pikir mereka tidak harus membayar denda atas nama saya.”
