Ketika Paris Saint-Germain dipimpin oleh Unai Emery, Kylian Mbappe pernah dengan serius mempertimbangkan transfer ke Real Madrid.
Ketika pintu keluar Mbappe dari Monaco terbuka pada 2017, Los Blancos langsung menyatakan minat untuk menggunakan jasa sang penyerang.
Akan tetapi ketika itu PSG yang memenangkan perang transfer sehingga Mbappe menginjakkan kaki di Parc des Princes di musim panas yang sama dengan kepindahan Neymar ke Prancis yang memecahkan rekor transfer dunia.
Peain berusia 21 tersebut sekarang telah mengoleksi 94 gol dari 128 penampilan dan kiprahnya tidak pernah luput dari pantauan tim-tim raksasa Eropa.
Emery mengakui PSG harus bekerja keras untuk meyakinkan Mbappe bertahan di ibu kota Prancis.
"Ketika saya berada di Paris, Mbappe sangat serius mempertimbangkan pergi ke Real Madrid. Dia menyukai tim itu, dan sangat bersemangat dengan ide memperkuat Madrid," terangnya di Radio Marca.
"Saya tidak ingin melihatnya pergi lalu saya berbicara dengan Mbappe dan ayahnya, mencoba meyakinkan mereka untuk bertahan. Meninggalkan PSG itu tidak mudah."
PSG memang pada akhirnya berhasil mempertahankan keberadaan sang bintang tetapi justru Emery yang pergi untuk memberi ruang pada Thomas Tuchel.
Emery kemudian menjadi suksesor Arsene Wenger di Arsenal namun kiprah ini juga tidak berjalan mulus sehingga dia kembali ke Spanyol untuk membesut Villarreal.




