OLEH ROBIN BAIRNER PENYUSUN TEGAR PARAMARTHAIkuti di twitter
Saat Kylian Mbappe diperkenalkan sebagai pemain Paris Saint-Germain untuk pertama kalinya pada Rabu kemarin, sudah sangat jeas itu bukan perekrutan biasa, tetapi sebuah kepulangan.
Disambut oleh suporter di Parc des Princes, di mana flare menyala dan namanya dinyanyikan, itu adalah sambutan yang tidak pernah diterima oleh pemain berusia 18 tahun, yang akan menjadi pemain muda termahal sepanjang sejarah ketika PSG membelinya secara permanen musim depan, dengan banderol €145 juta yang bisa naik menjadi €180 juta.
SIMAK JUGA: Neymar Tandai Era Baru Ligue 1
Pada Jumat, ketika PSG tandang ke Metz, fans mereka akan mendapat kesempatan menyaksikan aksinya di atas lapangan untuk pertama kali, sebuah perwujudan mimpi dari anak muda yang menembus karir dan sekarang akan bermain untuk klub kampung halamannya.
Mbappe mungkin dinilai CIES sebagai pemain yang dibanderol terlalu tinggi pada musim panas ini, tetapi bagi PSG, dia memiliki nilai lebih dari yang bisa dibeli uang. Simbolisasi Mbappe tidak ternilai harganya.

"Sungguh penting bisa pulang ke rumah," ini merupakan kalimat resmi pertamanya sebagai pemain PSG. "Parc adalah tempat spesial, saya datang ke sini ketika masih muda. Hanya ada satu klub di kota, jadi anak-anak secara alami menoleh ke PSG. Bagi saya, Parc adalah tempat saya datang ketika mendapat uang saku!"
Rumah Mbappe di Bondy, di mana ia bermain secara serius pertama kali, hanya berjarak sekitar 10 kilometer dari pusat Paris yang historis dan dua kali lipat ke kandang PSG, di mana dia sekarang akan menjadi rekan bintang dunia seperti Neymar, Marco Verratti dan Dani Alves, dalam skuat yang memiliki potensi menjadi juara Liga Champions.

Ini adalah area dia mana ia mendapatkan banyak cinta, setelah bermain untuk klub selama bertahun-tahun saat belia sebelum hengkang ke Monaco. Dan keduanya memiliki perasaan yang sama, tidak sedikit karena sang penyerang tetap sangat rendah hati kapanpun dia pulang.
"Tidak ada yang bisa memahami emosi yang saya rasakan hari ini," ujar Mbappe ketika pulang setelah menjuarai Ligue 1 bersama Monaco. "Ini perasaan bangga yang luar biasa. Ini adalah kota yang saya kenal, di mana saya tumbuh dan berkembang dan di mana bagian dari saya tinggal.
"Di sini, saya bukan Mbappe, saya hanya Kylian.”
Bagaimanapun juga, Bondy adalah tempat dimana ia mengasah kemampuannya. Di atas lapangan, dia mengorbankan libur sekolah untuk meningkatkan kualitas, sehingga mendorongnya untuk langsung pulang setelah Monaco juara Ligue 1 musim lalu.
Awalnya, ia berpikir akan berjuang untuk mempertahankan gelar juara, tetapi ia kemudian mengejar trofi itu lagi di ibukota.
"Saya merenung bersama orang tua dan agen, menimbang positif dan negatif, dan saya memutuskan untuk bergabung dengan PSG, karena ini adalah proyek yang mengizinkan saya untuk belajar sambil menang," ujarnya. "Belajar itu hal bagus, tetapi Anda juga harus menang - Anda hanya memiliki satu karir. Saya lapar gelar juara, saya seorang kompetitor, saya ingin menang sekarang.
"Lewat kerja keras dan kerendahan hati, kami akan mencapai target kami dan impian memenangkan Liga Champions."

Sementara fanbase global PSG menginginkan kesuksesan, apa yang suporter lokal inginkan adalah melihat klub dengan pemain Prancis dan terlebih lagi memiliki latar belakang dari Paris. Transfer Blaise Matuidi ke Juventus mencopot salah satu 'pemain mereka', terlepas sang pemain lahir di Toulouse, tetapi Mbappe ditakdirkan menjadi idola baru di Parc.
Memang, tulang punggung klub dari Paris mulai tampak, dengan Adrien Rabiot tampil istimewa di lini tengah. Kemudian Alphonse Areola menyingkirkan Kevin Trapp, sementara Presnel Kimpembe sekarang menjadi pesaing Thiago Silva dan Marquinhos di jantung pertahanan.
Neymar mungkin menjadi pemain yang menyebarkan nama PSG ke seluruh dunia, tetapi Mbappe yang kemungkinan akan mendapat tempat lebih spesial di suporter lokal.
Dengan menuntaskan impiannya memperkuat klub kampung halaman, Mbappe semakin mendorong PSG untuk lebih dekat mewujudkan mimpi klub meraih gelar juara Liga Champions.


