Pelatih tim nasional Timor Leste, Norio Tsukitate menjelaskan alasan absennya beberapa pemain senior saat kalah telak 7-1 dalam leg pertama babak pembuka kualifikasi Piala Dunia 2022.
Kekalahan di Stadion Nasional Bukit Jalil, Jumat (7/6) kemarin, memperpanjang catatan Timor Leste yang belum pernah menang sejak September tahun lalu.
Penurunan prestasi dialami Timor Leste selepas mereka tidak bisa lagi menggunakan pemain naturalisasi asal Brasil yang mendapat hukuman karena kasus paspor ilegal.
Mengandalkan para pemain lokal kini menjadi satu-satunya jalan, namun Tsukitate kesulitan mengelola mereka terutama para penggawa senior yang memiliki mentalitas buruk.
"Situasi yang sangat sulit karena sekitar 25 pemain [senior] berhenti berlatih dan kompetisi domestik hanya berjalan selama lima hingga enam bulan," ungkap juru taktik asal Jepang berusia 59 tahun tersebut seperti dikutip Bernama.
"Setelah itu, mereka tidak melakukan apa-apa. Mereka hanya minum wiski, alkohol dan sama sekali tidak berlatih."
"Jadi, kondisi para pemain senior sangatlah sulit, saya tidak bisa memiliki mereka di skuad ini. Itulah mengapa saya memilih banyak pemain muda. Tapi setelah pertandingan ini, saya pikir kesempatan untuk lolos ke babak selanjutnya telah sepenuhnya tertutup."
Timor Leste akan menjalani duel leg kedua sebagai tuan rumah menggunakan Stadion Nasional Bukit Jalil, Selasa (11/6) esok, lantaran stadion mereka di Dili dianggap tidak layak menggelar partai internasional.
Goal Indonesia