2020_2_27_kroos(C)Getty Images

Kisah Sukses Toni Kroos Di Bayern Munich Berawal Dari Kebohongan

Toni Kroos mengungkapkan bahwa dirinya pernah berbohong kepada dokter tim Bayern Munich tentang bagaimana ia mengalami cedera dan itu membantu perkembangan kariernya bersama raksasa Bundesliga.

Kroos, yang sekarang berkostum Real Madrid dan merupakan salah satu gelandang terbaik di era modern ini, mengalami cedera ligamen pada usia 18 tahun ketika bermain-main dengan teman-temannya, ungkapnya dalam podcastnya yang bertajuk Einfach mal Luppen.

Playmaker yang sekarang berusia 30 tahun mengatakan bahwa dalam kunjungan ke Rostock - tempatnya dulu bermain di akademi - untuk menjumpai teman-temannya, ia terjatuh saat bermain sepakbola dan ligamennya robek, membuatnya harus menepi dari lapangan selama tiga bulan.

Saat ditanya oleh dokter klub Bayern, Hans-Wilhelm Muller-Wohlfahrt, tentang bagaimana cedera itu dialaminya, Kroos memilih untuk berbohong. Ia mengatakan bahwa cedera itu disebabkan karena dirinya berolahraga lari di hutan, bukannya saat bermain-main dengan para sahabatnya.

Kroos berterus terang tentang insiden tersebut di podcast-nya: "Anda belum pernah mendengarnya sampai hari ini. Terutama ketika diketahui bahwa ada ligamen yang benar-benar sobek, saya merasa tidak ingin menjelaskan bahwa itu saya alami ketika bermain sepakbola. Sekarang, setelah sekian lama, saya tidak bisa dihukum karena ini."

Sang penggawa internasional Jerman melanjutkan bahwa dengan berbohong justru membantu peningkatan kariernya sebagai pesepakbola. Selama jeda musim dingin 2008/09, Kroos dipinjamkan Bayern selama 18 bulan ke Bayer Leverkusen untuk mendapatkan pengalaman tim utama.

Kroos kemudian menjadi andalan Leverkusen selama kampanye musim 2009/10 dan dipanggil memperkuat tim nasional Jerman untuk Piala Dunia 2020, sebelum kembali ke Bayern dan menjadi bintang seperti sekarang ini.

Menurut pendapatnya, cedera yang dialaminya membuat dirinya mendapat kesempatan untuk meninggalkan Bayern, karena jika tidak maka ia hanya akan sekadar menjadi penghangat bangku cadangan dan tidak memiliki kans yang sama untuk bermain reguler.

"Saya pikir Bayern tidak akan mengizinkan saya pindah jika saya fit. Saya tidak banyak bermain sebelumnya dan kemudian semuanya berjalan lancar sehingga saya diizinkan pergi ke Leverkusen," jelasnya.

Di Leverkusen, ia mendapat kesempatan bermain reguler secara teratur oleh Jupp Heynckes, yang kemudian menjadi pelatih Bayern antara 2011 dan 2013, saat Kroos menjadi kunci permainan tim yang memenangkan treble musim 2012/13.

Kroos selalu berterima kasih kepada sang pelatih veteran, menyebutnya sebagai salah satu orang yang memiliki pengaruh terbesar dalam kariernya.

"Ia merupakan pelatih yang paling lama menangani saya, yang membantu saya mendapatkan panggung di Leverkusen, yang membantu saya untuk akhirnya menegaskan diri saya di Bavaria dan membantu saya menjadi pemain top," pungkasnya.

Iklan
0