LIPUTAN BUDI CAHYONO DARI YOGYAKARTA
Manajemen PSIM Yogyakarta memiliki alasan yang kuat menunjuk Seto Nurdiyantoro menjadi pelatih kepala Laskar Mataram untuk musim 2020.
Menurut CEO PSIM, Bambang Susanto, sebelum memastikan Seto menjadi bagian PSIM, manajemen memiliki beberapa kandidat pelatih.
"Semua calon dievaluasi cari visi dan misinya yang sama dengan PSIM. Sebelum menunjuk Seto, kami sudah berkomunikasi dengan beberapa calon. Salah satu di antaranya Seto Nurdiyantoro. Waktu kami sudah mepet, karena persiapan tim pada awal Februari," kata Bambang dalam jumpa pers di Wisma PSIM Yogyakarta, Rabu (29/1).
Pihak PSIM tak hanya sekali melakukan komunikasi dengan Seto, dan memastikan terlebih dulu bahwa Seto dalam status bebas kontrak.
Sebelumnya, Seto merupakan pelatih PSS Sleman yang mampu mempersembahkan gelar juara Liga 2 2018. Namun akhirnya, negosiasi Seto dan manajemen PSS mentok, hingga akhirnya Seto menyeberang ke PSIM.
"Semalam saya bertemu Seto dengan Pak Haryadi Suyuti [wali kota Jogja] untuk menindaklanjuti pertemuan sebelumnya. Pasti ada resistensi yang kuat, tetapi kami sepakat bahwa Seto adalah aset dari Yogyakarta," tegas Bambang.
Dengan bergabungnya Seto, Bambang berharap rivalitas antara PSIM dan PSS berakhir, dan tidak ada resistensi antara kedua suporter. "Setelah ini kami harap rivalitas PSIM dengan PSS berakhir. Saatnya mengadu kreativitas bukan rivalitas," sambung Bambang.
Sementara itu, Haryadi mengaku senang dengan bergabungnya Seto mengarsiteki PSIM 2020. "Sebelumnya saya berkomunikasi dengan manajemen PSIM untuk memastikan status Seto di tim sebelumnya. Setelah dipastikan free, kami komunikasi intens dengan Seto," kata Haryadi.(gk-18)
Sebagaimana diketahui, Seto dan PSIM sudah pernah memiliki kisah. Seto pernah membela PSIM sebagai pemain, dia juga sempat memulai karier kepelatihan bersama Laskar Mataram pada 2015, namun kompetisi tidak jadi terlaksana.
