Sebelum timnas Arab Saudi memulai perjalanannya di Piala Teluk, Georgios Donis mendapati dirinya berhadapan dengan gelombang kritik dini, setelah publik Arab Saudi melancarkan serangan terhadap pilihan-pilihannya untuk skuad Al-Akhdar melalui platform "X", di saat harapan tengah tertumpu pada penampilan berbeda dari timnas selama turnamen.
Baca juga: Analisis Skuad Arab Saudi: Senjata Inzaghi Menonjolkan Diri dan Donis Bertaruh pada Sisi Sayap
Publik tidak sekadar menunggu apa yang akan disajikan timnas di dalam lapangan, tetapi mulai menganalisis skuad sebelum peluit pertama, sehingga muncul tanda tanya seputar sejumlah nama yang dipilih pelatih, dan nama-nama lain yang diharapkan publik masuk dalam perhitungannya pada fase ini.
Anda dapat membahas topik dan berita secara lebih mendalam di forum "Kooora"
Sementara Donis menilai skuad yang dipilihnya mampu menerjemahkan idenya dan bersaing di turnamen, sebagian publik menilai ada nama-nama yang menampilkan level menonjol di Liga Roshn dan seharusnya bisa mendapatkan kesempatan bersama Al-Akhdar.
Faris Abedi dan Mukhtar Ali menimbulkan pertanyaan
Salah satu tanda tanya paling mencolok yang muncul di kalangan publik adalah absennya Faris Abedi, bek kiri Al-Ittihad, yang termasuk nama-nama yang mencuri perhatian dengan penampilannya selama kompetisi Liga Roshn, sehingga ketiadaannya memunculkan pertanyaan tentang kriteria pemilihan yang menjadi acuan Donis.
Publik yang menantikan kemunculan Abedi bersama timnas menilai kilaunya bersama Al-Ittihad seharusnya bisa memberinya kesempatan untuk membuktikan diri di level internasional, terlebih posisi bek kiri selalu berada dalam sorotan setiap kali skuad Al-Akhdar diumumkan.
Hal serupa berlaku pada Mukhtar Ali, gelandang Al-Ittihad, yang mendapati dirinya di luar perhitungan Donis, meski memiliki pengalaman sebelumnya bersama timnas dan tampil dalam kompetisi Liga Roshn, hal yang mendorong sebagian publik mempertanyakan alasan pencoretannya.
Bagi para pengkritik, absennya nama-nama ini tidak hanya menyangkut satu atau dua pemain, tetapi menurut pandangan mereka mencerminkan adanya pilihan-pilihan yang seharusnya bisa ditinjau ulang sebelum memfinalkan skuad, terutama karena turnamen ini menjadi peluang penting untuk membangun kembali kepercayaan dengan publik.
Apakah skuad ini cukup untuk meyakinkan publik?
Kritik tidak berhenti pada nama-nama tertentu saja, tetapi meluas ke bentuk skuad secara umum, di mana sebagian penggemar menilai kumpulan pemain yang dipilih Donis tidak cukup mencerminkan apa yang telah ditampilkan sejumlah pemain di Liga Roshn pada periode lalu.
Pandangan ini membuat pengumuman skuad berubah dari sekadar berita menjelang turnamen menjadi ruang diskusi yang luas, terlebih publik Arab Saudi memasuki Piala Teluk sambil menanti jawaban dari timnas setelah periode di mana hasil dan level permainan tidak sesuai harapan.
Di sisi lain, tanggung jawab Donis di dalam lapangan tetaplah mengubah skuad ini menjadi kumpulan pemain yang mampu bersaing, sebab penilaian akhir atas pilihan-pilihannya tidak akan dilakukan sebelum turnamen, melainkan setelah menyaksikan para pemain dalam pertandingan dan mengetahui sejauh mana keberhasilan pelatih dalam memanfaatkan mereka.
Namun tekanan akan hadir sejak pertandingan pertama, karena awal yang tidak meyakinkan bisa dengan cepat mengembalikan kritik ke permukaan, dan memberi suara-suara yang meragukan skuad ruang lebih besar untuk menyampaikan sikapnya.
Publik khawatir citra negatif berlanjut
Sebagian kemarahan publik juga terkait dengan kekhawatiran akan berlanjutnya citra yang ditampilkan timnas Arab Saudi pada periode-periode sebelumnya, di mana sebagian publik menilai Al-Akhdar membutuhkan perubahan nyata dan bukan sekadar nama-nama baru dalam skuad.
Karena itu, Piala Teluk bagi publik menjadi ujian dini atas kemampuan Donis mengembalikan timnas ke jalur yang diinginkan penggemar Arab Saudi, terlebih dengan mendekatnya Piala Asia yang akan lebih penting dari sisi persaingan dan hasil.
Sebagian publik bahkan melangkah lebih jauh dari sekadar mengkritik skuad, dan menunjukkan pesimisme terhadap kemampuan Al-Akhdar menyajikan sesuatu yang memuaskan mereka di turnamen, dengan menganggap bahwa indikator-indikator saat ini tidak memberi mereka kepercayaan yang cukup sebelum kompetisi dimulai.
Pada akhirnya, lapanganlah penentunya; Donis memiliki kesempatan untuk menjawab semua kritik ini melalui hasil dan level permainan, sementara publik memiliki hak menilai apa yang akan mereka saksikan dari timnas, sehingga pertandingan-pertandingan Piala Teluk akan mengungkap apakah tanda tanya seputar skuad akan mereda atau berubah menjadi krisis yang lebih besar yang mengepung pelatih dan Al-Akhdar sekaligus.



