Patrich Wanggai - PersebayaAbi Yazid / Goal

Krisis Striker Lokal Indonesia Di Mata Pelatih Persebaya Surabaya

Sejak dulu sampai sekarang, Indonesia dinilai selalu kurangan striker yang berkualitas sehingga menjadi problem untuk timnas Indonesia. Pemain lokal yang menguni posisi striker dinilai tak mendapat jam terbang yang cukup.

Hal tersebut sesuai dengan pandangan asisten pelatih Persebaya Surabaya, Mustaqim. Menurutnya, adalah hal yang wajar jika Indonesia dianggap krisis striker lokal sehingga nantinya menjadi masalah untuk timnas Indonesia.

Masalah ini berawal dari kebiasaan klub, terutama klub Liga 1, yang lebih mempercayai slot striker utama kepada pemain impor. Sehingga, striker lokal yang punya potensi bagus akhirnya malah jadi kurang berkembang.

"Krisis striker lokal ini harus diakui, karena kebanyakan klub-klub di Indonesia ini menggunakan striker asing. Bahkan bukan hanya satu, sampai dua mereka menggunakan striker asing," ungkap Mustaqim, dikutip situs resmi Persebaya.

"Kesempatan pemain lokal hampir tidak ada untuk starting eleven, kalaupun ada menitnya juga sangat sedikit," sambung mantan asisten pelatih timnas Indonesia U-23 dan Persija Jakarta tersebut.

Mustaqim - Persebaya SurabayaOfficial Persebaya

Sebenarnya, Persebaya menjadi salah satu klub Liga 1 musim ini yang memberikan dua slot asing di posisi striker. Mereka punya David da Silva asal Brasil, dan Mahmoud Eid yang berpaspor Palestina dan Swedia.

Abah Taqim, sapaan karib dari Mustaqim, menuturkan sebenarnya striker lokal tidak kalau kualitas dan punya banyak karakter. Dari mulai Osvaldo Haay yang cepat dan pintar mencari ruang, hingga Patrich Wanggai yang juga bisa jadi targetman.

"Menurut saya ada beberapa kriteria striker bagus, yaitu petarung, goalgetter, petarung, radiusnya luas [daya jelajah], dan berani. Striker juga harus bandel dan licik. Licik dalam arti harus pintar membaca situasi, kapan harus bergerak, kapan harus eksekusi," urai dia.

Patrich Wanggai - PersebayaAbi Yazid / Goal

"Patrich Wanggai skill individunya bagus, dan dia pernah masuk timnas. Meski sudah mulai lepas dari usia emas tapi karakternya sebagai striker berkualitas masih ada," beber Mustaqim menambahkan.

Diharapkan striker muda dan potensial terus mendapat perhatian dan kesempatan bermain di kompetisi dengan jam terbang yang cukup. Terlebih, hal itu dibutuhkan Indonesia, yang akan tampil sebagai tuan rumah pada Piala Dunia U-20 2021.

Iklan
0