FBL-EUR-C1-BARCELONA-ATLETICO MADRIDAFP

Diterjemahkan oleh

كouparsi memecah keheningannya setelah insiden Atlético Madrid

Pau Cubarsí, bek muda Barcelona, mengakui tanggung jawabnya atas kekalahan tim Catalan dari Atletico Madrid pada leg pertama babak perempat final Liga Champions.

Cubarsí menerima kartu merah langsung beberapa menit sebelum akhir babak pertama pertandingan, setelah menghalangi Giuliano Simeone, pemain Atletico Madrid, di batas kotak penalti, sehingga Barça menyelesaikan laga dengan 10 pemain.

Dari tendangan bebas yang didapat Atletico Madrid akibat kartu merah Cubarsí, Julián Álvarez berhasil mencetak gol untuk tim tamu, sebelum pertandingan berakhir dengan kemenangan Los Rojiblancos 2-0, yang membuat posisi Blaugrana makin rumit menjelang leg kedua Selasa depan.

Baca juga:

Barcelona terancam sanksi dari UEFA setelah insiden laga Atletico

Arbeloa soal keluhan Barcelona tentang wasit: saya tidak akan mengubah pendapat saya

Dalam sebuah unggahan melalui akun media sosialnya, bek muda itu mengakui bahwa timnya harus membayar mahal kesalahan tersebut, seraya berkata: "Satu momen bisa mengubah jalannya pertandingan bahkan seluruh duel. Begitulah sepak bola, dan saya bertanggung jawab atas hasilnya".

Ia menambahkan: "Masih banyak yang tersisa dalam duel dua leg ini, dan kami lebih bersatu daripada sebelumnya. Kami satu keluarga, dan kami selalu membuktikannya".

Meski melakukan kesalahan, Cubarsí menunjukkan keyakinannya pada kemampuan timnya untuk membalikkan keadaan, menegaskan: "Kami akan terus melangkah maju, dan dengan kerja keras serta tekad kami tidak akan pernah menyerah".

Cubarsí tidak menyinggung apakah keputusan kartu merah terhadapnya benar atau tidak, di tengah perdebatan media mengenai insiden tersebut.

Bek muda itu dipastikan akan absen pada leg kedua karena skorsing.

Iklan