Fans Manchester United lagi-lagi menyerukan kekesalan mereka terhadap pemilik klub, Glazer Family, menyusul kekalahan memalukan Setan Merah dari Brighton & Hove Albion di pekan pertama Liga Primer 2022/23.
Pemilik United asal Amerika Serikat itu sepertinya tidak mendapat kesan yang baik dari para penggemar sejak mereka mengambil alih klub pada 2005.
Sejak saat itu, seruan-seruan Glazer Out telah akrab di telinga para fans di Manchester, bahkan seiring berkembangnya teknologi para penggemar United di seluruh dunia juga menyerukan hal yang sama melalui media sosial.
Manchunian tentu saja memiliki alasan yang jelas mengapa mereka mendesak agar pemilik klub menjual Setan Merah: Alasannya adalah karena tagihan utang United yang cukup besar semenjak dibawah naungan Glazer Family dan ditambah pergerakan di bursa transfer yang mengecewakan.
Baru-baru ini, Manchunian kembali menyuarakan protes terhadap Glazer Family dengan tagar #EmptyOldTrafford, dengan mereka berencana untuk tidak hadir di pertandingan besar Liga Primer melawan Liverpool di Old Trafford, Selasa (23/8) dini hari WIB.
Situasinya jelas berantakan, dan bisa menjadi lebih berantakan menjelang hari-h, mengingat itu adalah salah satu duel terpanas di Liga Primer.
Setelah kekalahan dari Brighton di Old Trafford pekan lalu, para penggemar benar-benar kesal, dan amarah mereka semakin memuncak ketika klub terlihat putus asa di bursa transfer dan melakukan langkah yang mengejutkan dengan mencoba mendatangkan Marko Arnautovic dan Adrien Rabiot.
Sebenarnya, yang dilakukan Manchunian untuk memboikot Glazer Family bukanlah hal baru karena mereka hampir setiap musim melakukan itu, dengan musim lalu Ralf Rangnick juga mengakui bahwa dirinya bersimpati dengan apa yang dilakukan para penggemar.
Musim lalu, Manchunian juga melayangkan protes terhadap Glazer Family di pertandingan United melawan Liverpool, dengan mereka memaksa masuk ke stadion sampai-sampai pertandingan Setan Merah vs The Reds harus ditunda dan dijadwalkan ulang.
Hal itu terjadi karena Glazer Family dinilai cukup vokal dalam pembentukan Liga Super Eropa yang disuarakan oleh pemilik-pemilik klub besar di lima liga top Eropa.
Usulan boikot yang dilakukan Manchunian sepertinya mengambil inspirasi dari pendukung Valencia yang melakukan protes serupa terhadap pemiliknya di akhir musim lalu, yang hanya berada di luar stadion ketika pertandingan melawan Celta Vigo sebagai protes terhadap pemilik klub Peter Lim, menyusul rekaman audio yang bocor.
Tagar #EmptyOldTrafford terus ramai di berbagai media sosial hingga berita ini dimuat.
Bahkan, legenda Setan Merah Gary Neville juga ikut bersuara terkait situasi dan posisi Glazer Family sebagai pemilik klub usai kekalahan dari Brighton.
"Jika Anda memiliki bisnis dan orang-orang yang menjalankan bisnis itu tidak dapat melakukan pekerjaan yang baik, maka Anda menghapus mereka dari pekerjaan itu. Sebenarnya, itu adalah penyalahgunaan untuk membuat mereka melakukan pekerjaan itu lebih lama. Selain itu, bersikap adil sepertinya bukan hal yang akan mereka nikmati," ucap sang legenda.
"Kenyataannya adalah para pemain itu perlu diganti atau didukung."
"Uang yang dibutuhkan untuk membangun kembali klub itu musim panas ini...Saya tidak menjadi eksentrik tentang ini atau melebih-lebihkan apa pun. Mereka tahu enam, delapan, 12 bulan lalu bahwa akan ada kebutuhan untuk investasi di musim panas ini."
"Anda harus memperhatikan setiap elemen dalam perekrutan. Waktunya telah tiba bagi Glazer Family untuk menjua klub. Waktunya telah tiba. Sekarang."
Akan sangat mengejutkan jika para Manchunian benar-benar tidak hadir di Old Trafford saat menghadapi Liverpool karena itu adalah salah satu pertandingan terbesar di Inggris.
Dan andai saja mereka hadir, sudah pasti mereka akan melakukan koreografi atau membentangkan bendera dengan tulisan-tulisan yang bersifat menyerang sebagai bentuk protes mereka terhadap Glazer Family.




