Aubameyang Arteta

Korban Kutukan Kapten Arsenal Selanjutnya: Pierre-Emerick Aubameyang

Tidak peduli siapa yang mengenakan ban kapten di Arsenal, pasti tak pernah lepas dari kontroversi.

Apakah kapten Arsenal adalah kutukan?

William Gallas, pada tahun 2008 harus melepaskan jabatannya sebagai kapten karena mengkritik keras rekan satu timnya sendiri. Kemudian ada Cesc Fabregas, yang pada tahun 2011 melakukan mogok latihan karena ingin meninggalkan Arsenal untuk bergabung dengan Barcelona.

Selanjutnya giliran Robin van Persie. Penyerang tersebut mengabaikan perintah bos The Gunners saat itu, Arsene Wenger dan memaksanya untuk mengijinkan RVP pindah ke Manchester United dengan dia menjelaskan bahwa tidak akan menandatangani kontrak baru pada tahun 2012.

Tim London tersebut pernah berada di masa tenang saat kapten Thomas Vermaelen, Mikel Arteta dan Per Mertesacker yang memimpin ruang ganti dengan sedikit ‘keras’.

Namun apa yang dikenal dengan ‘Kutukan kapten Arsenal’ terjadi lagi, dengan diawali oleh Laurent Koscielny dan selanjutnya Granit Xhaka.

Koscielny telah menyandang kapten sebelum dia mengejutkan mantan bos Unai Emery dengan menolak dan tidak ikut dalam tur pramusim 2019 di Amerika.

Xhaka diberikan kepercayaan setelah bek Prancis tersebut keluar. Tetapi gelandang itu hanya mengenakan ban kapten hanya enam minggu saja karena dia mencemooh para penggemar klub dengan bahasa kasar saat mereka mengejeknya di luar stadion Emirates.

Pierre-Emerick Aubameyang menjadi pemimpin berikutnya di lapangan dan menjadi teladan di musim pertamanya sebagai kapten. Ia bahkan berhasil membawa The Gunners meraih gelar juara Piala FA.

Namun kurang dari enam bulan setelah laga final di Wembley Stadium, pemain berusia 31 tahun itu harus mendapat tindakan disipliner dari bos Arteta, dengan tidak memainkannya di laga kontra Tottenham Hotspur, Minggu lalu.

Aubameyang tidak akan kehilangan jabatannya sebagai kapten meskipun ia tidak turun di laga sebelumnya. Tetapi penyerang tersebut mendapatkan peringatan dan selanjutnya akan diawasi oleh Arteta.

“Saya pikir ini adalah keputusan yang tepat,” kata Arteta setelah tidak memainkan Aubameyang di derby London Utara. “Kami memiliki proses yang harus kami hormati di setiap laga dan harus dilakukan.”

“Dia akan memulai pertandingan, kami memiliki masalah disiplin dan kami telah memberi batasan untuk itu. Kami tahu betapa pentingnya Auba bagi kami, untuk klub. Tapi itu sudah ditangani, jadi mari kita lanjutkan.”

Arsenal-Arteta-202102250830(C)Getty images

Arteta adalah manajer yang menuntut banyak hal dari para pemainnya. Ketika pertama kali tiba di London Utara untuk menggantikan Unai Emery, dia berbicara panjang lebar tentang ‘hal-hal yang tidak dapat dinegosiasikan’ dan siapa pun yang tidak menyetujui cara kerjanya akan diarahkan ke pintu ‘keluar’.

Sejauh ini dia menepati janjinya. Mesut Ozil dan Matteo Guendouzi sama-sama bermasalah dengan gaji yang dianggap Arteta surplus. Kemudian Dani Ceballos dan Ainsley Maitland-Niles juga mendapatkan peringatan saat melanggar aturan yang dibuat oleh pria asal Spanyol itu.

Aubameyang merupakan pemain terbaru yang mendapatkan perlakuan disipliner dari sang manajer, dan bisa saja Arteta akan mengambil tindakan lebih jika dia merasa perlu.

Ketika ditanya mengapa standar disiplin dan perilaku sangat penting baginya, mantan gelandang tersebut menjawab: “Bagi saya, kedua hal itu adalah fondasi dan skill yang akan memungkinkan kita membangun sesuatu untuk jangka menengah dan panjang yang berkelanjutan, yang bisa memberi kita kegembiraan dan kebahagiaan.”

“Tanpa kedisiplinan, saya tidak percaya itu akan terjadi. Itulah mengapa saya terus membicarakannya dan bertindak berdasarkan hal tersebut.”

Aubameyang belum berkomentar tentang apa yang terjadi akhir pekan lalu, dengan postingannya di media sosial pada Minggu malam lebih fokus untuk mengucapkan selamat kepada rekan setimnya karena berhasil memenangkan derby London utara.

Ada anggapan bahwa dia dibiarkan marah dengan perlakuan Arteta, dengan menggeber mobil Ferrari-nya di sekitar Emirates Stadion yang kosong setelah pertandingan selesai. Padahal rekannya di bangku cadangan sedang melakukan pemanasan biasa di lapangan.

Tetapi jika penyerang tersebut tidak bahagia, amarahnya harus benar-benar ditujukan pada dirinya sendiri. Bagaimana pun, ini bukan pertama kalinya Auba bermasalah, ada juga insiden yang membuat Arsenal harus melakukan penyelidikan setelah sang kapten tampaknya melanggar aturan protokol covid-19 dengan membuat tato baru di lengannya.

Arteta memilih untuk tidak berbicara di depan umum masalah kaptennya tersebut, tetapi dia dengan jelas memutuskan pada hari Minggu bahwa waktu yang tepat untuk mengatakan hal itu.

Mengingat jadwal pertandingan Arsenal yang padat, dan dengan pertandingan leg kedua babak 16 besar Liga Europa melawan Olympiacos semakin dekat, tidak ada yang benar-benar mempertanyakan keputusan Arteta yang meninggalkan Auba di bangku cadangan melawan Spurs.

Emile Smith Rowe ArsenalGetty Images

Arteta bisa saja dengan mudah mengatakan dia memberi kaptennya istirahat dan tidak memberi tahu masalah kaptennya, tetapi bos The Gunners tersebut memilih untuk memberikan informasi itu sendiri kepada Sky Sports ketika wawancara sebelum pertandingan bahwa Aubameyang melanggar aturan disiplin.

Rasanya hal itu merupakan langkah yang diperhitungkan oleh Arteta, yang sangat menunjukkan bahwa dia adalah bos di ruang ganti. Pemain asal Gabon tersebut mungkin adalah kapten dan bintang Arsenal dengan bayaran tertinggi, tetapi pria asal Spanyol itulah yang menjadi birokrasi teratas dan semua orang harus mematuhi peraturannya.

“Mikel Arteta akan sangat dihormati oleh pemain untuk keputusan itu,” kata mantan bintang Arsenal Paul Merson kepada Sky Sports News setelah pertandingan hari Minggu. “Saya tidak bisa berbicara lebih tentang apa yang dia lakukan.”

“Dapatkah Anda membayangkan duduk dalam rapat tim dan manajer berkata, ‘Anda tahu, Anda tidak bermain karena Anda baru saja melakukan kesalahan?’ Itu akan membuat semua pemain setuju dengannya.”

“Permainan yang hebat untuk Arteta, dia melihat pemain muda seperti Emile Smih Rowe dan Bukayo Saka yang merupakan masa depan klub dan secara tidak langsung mengirim pesan kepada mereka bahwa apa pun yang dilakukan Aubameyang tidak benar.”

“Saya pikir itu cara yang brilian, anak-anak itu akan terus maju dan menjadi pemain yang lebih baik untuk mengambil keputusan. Mereka suau saat akan mengambil keputusan dan mudah-mudahan menyadari bahwa mereka harus melakukan hal yang benar di luar dan di dalam lapangan.”

Semua mata sekarang akan tertuju pada nama starting XI Arteta saat timnya mengahadapi Olympiacos, Jumat (19/3) WIB. Dengan keunggulan 3-1 pada leg pertama di Yunani pekan lalu, membuat The Gunners lebih dekat di perempat-final Liga Europa.

Tapi dengan kenangan buruk di kandang musim lalu oleh juara Yunani itu, yang masih segar di benak semua orang, Arteta tidak akan menerima begitu saja melawan tim yang menang di dua kunjungan terakhir mereka ke stadion Emirates.

Aubameyang diperkirakan akan kembali dan menurut Arteta, apa yang terjadi menjelang laga melawan The Lilywhites kini telah diselesaikan. Tapi sang kapten tahu bahwa dia tidak memiliki kesempatan lagi.

Tidak menutup kemungkinan bahwa dia bisa saja bergabung dengan pemain seperti Gallas dan Xhaka dengan kehilangan ban kapten, tetapi dia jelas telah diberikan peringatan yang cukup keras. Meski Auba mungkin orang penting di ruang ganti, namun Arteta yang mengatur cara bermain di tim London utara itu.

Nahkoda Arsenal sekarang telah memberi lampu kuning. Apa yang terjadi selanjutnya adalah menyingkirkannya. (*/Yos)

Iklan
0