Komentator olahraga asal Tunisia, Issam Chaouali, mengumumkan perpanjangan kontraknya dengan jaringan "beIN Sports" untuk 4 tahun baru, sehingga ia akan melanjutkan perjalanannya bersama saluran televisi Qatar tersebut, dalam sebuah langkah yang ia sebut sebagai "tantangan yang diperbarui" bersama rumah dan para pendukungnya.
Chaouali mengungkapkan kabar tersebut melalui akun resminya di situs "Facebook", di mana ia menulis: "Kontrak baru dan tantangan yang diperbarui, empat tahun lagi di rumahku dan di antara para pendukungku, empat tahun berisi turnamen-turnamen terkuat. Terima kasih kepada manajemen saluran media beIN, dan yang akan datang lebih baik insya Allah".
Unggahan Chaouali mendapat sambutan besar dari para penggemar, di mana para pengikutnya memuji keputusan perpanjangan kontrak tersebut.
Perpanjangan ini berarti berlanjutnya salah satu suara olahraga Arab paling terkenal dalam meliput kompetisi-kompetisi dunia paling bergengsi, dan yang terdepan di antaranya adalah Piala Dunia, Liga Champions Eropa, serta liga-liga besar Eropa.
Chaouali dianggap sebagai salah satu komentator olahraga paling menonjol di dunia Arab selama dua dekade terakhir, setelah ia berhasil membangun basis penggemar yang luas berkat gayanya yang khas, yang memadukan antusiasme, wawasan bahasa, serta pengutipan bait-bait syair dan kutipan-kutipan sastra, hal yang memberinya kedudukan istimewa di hati para pecinta sepak bola.
Chaouali memulai karier medianya di Tunisia, sebelum berpindah untuk bekerja di jaringan "Al Jazeera Sports", yang kemudian berubah menjadi "beIN Sports", di mana ia menjadi salah satu wajah paling menonjol yang identik dengan komentar pertandingan-pertandingan besar serta final-final benua dan dunia.
Selama kariernya, Chaouali telah mengomentari puluhan pertandingan bersejarah di Piala Dunia, Piala Eropa, Liga Champions Eropa, dan Piala Afrika, di samping sejumlah besar duel klasik di liga-liga Eropa, yang mengukuhkan kedudukannya sebagai salah satu komentator paling berpengaruh dan populer di kawasan tersebut.
Baca juga:
Tekanan mengepungnya: Keputusan mendadak dari Infantino di Maroko
