OLEH SANDY MARIATNAIkuti di Twitter
Hari kedua Goal Indonesia di Osaka diisi dengan agenda mengunjungi kamp latihan Cerezo Osaka. Ini merupakan latihan terakhir yang dilakukan Hiroshi Kiyotake dkk. sebelum laga krusial kontra Vissel Kobe keesokan hari.
Yang menarik dari kamp latihan Cerezo adalah letaknya yang berada di sebuah pulau buatan di sebelah barat Osaka, yakni Maishima Sports Island. Pulau ini bukan hanya dimanfaatkan untuk sepakbola saja, namun juga digunakan oleh cabang olahraga lain seperti bisbol dan tenis.
Untuk menuju ke sana, mau tak mau kami harus menggunakan taksi yang terkenal mahal di Jepang. Transportasi menggunakan bus terbilang sulit dan tidak ada stasiun kereta terdekat di area ini sehingga taksi menjadi jalan keluar. Butuh biaya 4000 yen atau sekitar Rp500 ribu untuk jarak yang tidak begitu jauh.
Pertama kali melihat training ground Cerezo, rasanya seperti mendatangi tempat berlatih klub-klub top Eropa seperti Carrington (Manchester United) atau Ciudad Valdebebas (Real Madrid) karena letaknya yang jauh dari pusat keramaian kota dan tentunya dengan fasilitas penunjang yang komplet. Angin musim gugur berembus lebih kencang mengingat kami berada di pinggiran laut.
Kamp latihan Cerezo ini terdiri dari dua lapangan besar yang terintegrasi dengan sebuah kantor klub dan mess pemain. Kami sempat masuk ke dalam kantor Cerezo untuk melakukan Facebook Live dengan tim media Cerezo.


Ketika latihan dimulai pukul 9.30, para pemain Cerezo terlihat sangat disiplin. Sepuluh menit sebelumnya mereka sudah berkumpul di pinggir lapangan. Kedisiplinan semacam inilah yang barangkali membuat Cerezo bisa langsung menembus papan atas begitu promosi dari J2 di musim ini.
Soal jalannya latihan, durasinya terbilang sebentar, tidak sampai satu jam dengan empat-lima sesi latihan. Meski singkat, kualitas latihan yang diperagakan anak asuh Yoon Jong-hwan ini berada dalam standar tinggi. Contohnya, saat latihan menembak, hampir seluruh pemain mampu menunjukkan kepiawainnya dalam menjebol gawang.
Selepas sesi latihan, kami berkesempatan mewawancarai penyerang sekaligus kapten Cerezo, Yoichiro Kakitani. Banyak hal yang dibicarakan, mulai dari pengalamannya di Basel hingga rencananya untuk mengunjungi Indonesia. Simak selengkapnya dalam video berseri di sini.

Goal Indonesia/Sandy MariatnaBerikutnya, kami mengunjungi megastore Cerezo yang letaknya tidak jauh dari kompleks latihan namun berada di pulau buatan lain, tepatnya di sebuah mall bernama ATC. Berbagai pernak-pernik khas Cerezo dijual di sini, mulai dari jersey sampai penghapus. Sekadar informasi, harga jersey home Cerezo berada di angka 14 ribu yen atau sekitar Rp1,7 juta.
Yang menarik adalah keberadaan museum Cerezo di dalam megastore. Berjejer rapi trofi, jersey, foto, patung kaki, dan memorabilia lain dari klub berjuluk Sakura ini. Kami juga berkesempatan melihat langsung Levain Cup, trofi dengan gengsi setara Piala Liga Inggris yang baru saja dimenangi Cerezo pada awal November lalu.
Keesokan hari adalah menu utama ketika Cerezo melakoni matchday J1 League nan krusial di Yanmar Stadium Nagai, menghadapi klub dari kota tetangga, Vissel Kobe, yang diperkuat Lukas Podolski. Cerezo diwajibkan untuk memenangi laga ini untuk menjaga peluang lolos ke Liga Champions Asia.
Goal Indonesia/Sandy Mariatna
Goal Indonesia/Sandy MariatnaYanmar Stadium memiliki kapasitas 47 ribu penonton dan merupakan stadion yang pernah menggelar tiga partai Piala Dunia 2002. Terdapat lemari kaca besar di pintu masuk VIP yang berisikan memorabilia dari laga-laga Piala Dunia tersebut, termasuk jersey Hiroaki Morishima, legenda Cerezo yang mampu mencetak gol di stadion ini saat Jepang menaklukkan Tunisia.
Terletak di selatan pusat kota, tepatnya di kompleks Nagai Park, Yanmar Stadium diapit oleh dua stadion besar lain dan lapangan-lapangan kecil yang bisa dimanfaatkan warga sekitar untuk berolahraga. Mirip dengan Kompleks Olahraga Bung Karno di Senayan, Jakarta. Untuk diketahui, Cerezo hanya menggunakan stadion ini untuk laga-laga penting. Di laga-laga reguler, mereka biasa tampil di Kincho Stadium yang masih satu kompleks di Nagai Park.
Empat jam sebelum kick-off, puluhan ribu penonton mulai memadati Yanmar Stadium. Mereka tampak sangat tertib mengantre. Ada yang antre membeli makanan sampai antre mengambil lotre. Antusiasme yang cukup tinggi meski sepakbola bukan olahraga nomor satu di Jepang.


Sembari menunggu kick-off, kami menyempatkan diri untuk melakukan tur stadion. Kami menjelajahi dan mengelilingi seisi Yanmar Stadium, seperti memasuki ke kamar ganti pemain, ruang kontrol televisi, hingga merasakan rumput stadion. Tentu saja semua fasilitas ini berstandar internasional.
Kami mendapat kejutan dengan diminta untuk menjadi pembawa bendera fairplay sebelum kick-off. Bersama bocah-bocah sekolah dasar Jepang, kami melangkah ke tengah lapangan sambil membawa bendera, diikuti oleh para pemain kedua tim. Kami menyaksikan langsung sebuah kejadian unik ketika seekor monyet ditugaskan untuk menyerahkan bola kepada wasit. Tawa puluhan ribu penonton meledak menyaksikan momen lucu ini yang ternyata menjadi viral selepas laga.
Cerezo sempat tertinggal lebih dulu, namun berhasil bangkit dengan dimotori oleh striker andalan Kenyu Sugimoto, yang mencetak dua gol di laga ini sekaligus memantapkan statusnya sebagai topskor J1 League 2017. Skor akhir 3-1 untuk tim tuan rumah. Selepas laga, dilangsungkan lap of honour dari para pemain Cerezo karena ini adalah laga kandang terakhir mereka di musim ini.
Goal Indonesia/Sandy Mariatna
Goal Indonesia/Sandy MariatnaDi area mixed zone, para wartawan diberi kesempatan untuk berjumpa langsung dengan para pemain. Ada perbedaan mencolok di tempat ini karena suasananya begitu tenang dan malah cenderung sunyi. Wartawan seperti berbisik-bisik dengan pemain yang diwawancarinya. Situasi yang jauh berbeda ketika meliput pertandingan-pertandingan di Indonesia.
Pada akhirnya, kemenangan untuk Cerezo juga berarti kemenangan untuk kami, mengingat ini adalah pengalaman liputan yang amat berkesan. Kami menutup hari dengan berjalan-jalan di sekitar Dotonbori dan Namba sebelum meninggalkan Osaka keesokan hari dengan senyum puas.




