Pelatih Vietnam U-23, Park Hang-seo mengalami konflik batin ketika harus melihat dirinya menghadapi Korea Selatan dalam laga semi-final Asian Games 2018 di Stadion Pakansari.
Korsel merupakan negara asal juru taktik berusia 59 tahun tersebut dan Rabu (29/8) esok ia harus melawan pasukan tanah airnya guna mewujudkan target tinggi bersama Vietnam.
Lolos ke semi-final turnamen tahun ini menjadi pencapaian tertinggi dalam sejarah sepakbola Vietnam. Sejak Asian Games menggunakan format U-23, Vietnam hanya mampu lolos hingga fase 16 besar, yakni pada edisi 2010 dan 2014.
"Saya mencintai negara sendiri. Tapi sekarang saya adalah pelatih Vietnam dan saya punya kewajiban untuk mempersiapkan tim melawan Korea [Selatan] di semi-final," tegas Hang-seo kepada reporter.
"Saya senang bekerja sebagai pelatih Vietnam, ini sudah saya sampaikan kepada para pemain. Kami adalah tim yang solid dan kuat. Menghadapi Korea, kami bertekad untuk tak kebobolan dan mencetak gol."
Hang-seo juga mengungkapkan dirinya punya hubungan dekat dengan Kim Hak-bum selaku pelatih Korsel dan meyakini akan menyaksikan pertandingan yang indah ketika bertemu kompatriotnya.
"Kami sudah bertemu [selama Asian Games], bagi saya ia merupakan [Sir Alex] Ferguson-nya Korea. Ia punya taktik yang sangat bagus," lanjutnya. "Kami juga pernah bermain bersama di liga [K.League], laga nanti akan berjalan indah."
Hang-seo pernah menjadi pelatih Korsel U-23 ketika meraih medali perunggu pada gelaran Asian Games 2002 lalu.

