FBL-EURO-2024-MATCH38-SUI-ITAAFP

Diterjemahkan oleh

Konflik antara Cheferin dan Infantino Memanas... Mengapa Ketua UEFA Memboikot Final Piala Dunia?

Alexander Chefrin, Presiden Federasi Sepak Bola Eropa (UEFA), keluar dari pertandingan final Piala Dunia sebagai bentuk protes terhadap keputusan Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) untuk menangguhkan pelaksanaan sanksi skorsing satu pertandingan terhadap penyerang Folarin Balagun, dalam babak terbaru ketegangan antara kedua lembaga tersebut.

Penyerang asal Amerika Serikat, Fularin Balogun, menjadi pusat kontroversi besar sebelum kekalahan timnas AS dari Belgia di babak 16 besar Piala Dunia.

Penyerang Monaco tersebut diusir dari lapangan saat timnas AS mengalahkan Bosnia dan Herzegovina (2-0) di babak 32 besar, setelah melakukan pelanggaran terhadap Tarik Maharmovic.

Sesuai peraturan, Balogun seharusnya diskors untuk pertandingan berikutnya melawan Belgia, namun Presiden AS Donald Trump turun tangan dan berbicara langsung dengan Presiden FIFA Gianni Infantino, sebelum pelaksanaan hukuman skorsing selama 12 bulan ditangguhkan, sehingga memungkinkan sang pemain untuk tampil melawan timnas Belgia.

FIFA memutuskan untuk menangguhkan pelaksanaan hukuman selama 12 bulan, berdasarkan Pasal 27 Peraturan Disiplin Federasi Sepak Bola Internasional.

Surat kabar Inggris “The Times” mengungkapkan bahwa Chefrin belum sepenuhnya pulih dari dampak krisis Balugon, sehingga ia memilih untuk tidak menghadiri final Piala Dunia, dan kasus tersebut merupakan salah satu alasan utama di balik ketidakhadirannya dalam pertandingan tersebut.

Surat kabar tersebut juga menyebutkan bahwa hubungan antara UEFA dan FIFA mengalami ketegangan pasca-turnamen, dan Chefrin tidak puas dengan keputusan otoritas Amerika Serikat yang melarang wasit asal Somalia, Omar Artan, masuk ke negara tersebut.

Artan kemudian ditunjuk untuk memimpin pertandingan Piala Super Eropa antara Paris Saint-Germain dan Aston Villa pada Agustus mendatang.

Selain itu, kegagalan FIFA dalam memberikan perlakuan yang layak kepada Iran juga memicu ketidakpuasan di dalam UEFA, di samping keberatan Federasi Sepak Bola Eropa terhadap perubahan beberapa aturan permainan, seperti penerapan jeda minum air, serta perpanjangan waktu istirahat antar babak pada pertandingan final akibat adanya pertunjukan di tengah pertandingan.

Cheverin, yang menghadiri pertandingan pembuka turnamen antara Meksiko dan Afrika Selatan, juga menjadi salah satu kritikus terkemuka terhadap strategi penetapan harga dinamis yang diterapkan FIFA dalam penjualan tiket.

Iklan

SUKA CERITA INI?

Tambahkan GOAL.com sebagai sumber pilihan di Google untuk melihat lebih banyak liputan kami

Ikuti GOAL di Google