Komite Adhoc Integritas PSSI mulai bekerja, setelah mendapatkan mandat di Kongres Tahunan PSSI yang digelar di Nusa Dua, Bali, 20 Januari 2019. Ahmad Riyadh selaku ketua Komite Adhoc Integritas PSSI mengatakan, pihaknya saat ini sedang menggodok tugas pokok dan fungsi mereka.
Tim ini dibentuk untuk menekan angka kecurangan di pertandingan sepakbola Indonesia. Mengingat, saat ini kasus match-fixing sedang menjadi sorotan dan musuh utama di sepakbola dunia. Pada tahap awal, Komite Adhoc ini bakal menyusun personel, mengingat saat ini baru dihuni Ahmad dan wakil ketua Komite Adhoc yaitu Azwan Karim.
"Sekarang kami sedang menyusun tim anggota. Maksimal, sampai tujuh orang untuk duduk dalam tim integritas PSSI ini," ujar Ahmad, kepada wartawan, Rabu (23/1).
Di samping itu, Komite Adhoc ini juga sedang mematangkan dua program utama mereka, yakni terkait peraturan dan pencegahan. Maka itu, sebelum kompetisi musim depan dimulai, Komite Adhoc ini akan bertemu dengan seluruh peserta kompetisi, perangkat pertandingan, hingga stakeholder sepakbola nasional.
"Kami bakal membuat peraturan kepada klub-klub mulai dari level Liga 1 sampai Liga 3 serta perangkat pertandingan, termasuk penyegaran terhadap wasit," jelas Ahmad.
Sedangkan terkait program pencegahan, masih menurut Ahmad, tim tersebut akan menggelar pertemuan dengan pihak keamanan seperti Kepolisian, selain itu juga dengan pers, praktisi, dan akademisi untuk merumuskan bermacam cara guna mencegah manipulasi pertandingan.
"Pertemuan dengan seluruh stakeholder ini dilakukan di level eksternal. Kami sangat berharap tim ini sudah bisa terbentuk dalam rentang waktu satu tahun dan sudah bisa disahkan dalam Kongres tahun depan," pungkas pria yang juga menjabat ketua Asprov PSSI Jawa Timur itu.
a
Goal Indonesia