Umuh Muchtar - Persib BandungGoal / Abi Yazid

Komisaris Persib Bandung Heran Tragedi Kanjuruhan Merembet Ke KLB PSSI

Komisaris PT Persib Bandung Bermartabat (PBB) Umuh Muchtar merasa heran dengan adanya desakan agar PSSI menggelar kongres luar biasa (KLB) sebagai buntut tragedi Kanjuruhan.

Tragedi selepas duel antara Arema FC dan Persebaya Surabaya ini telah merengut 133 korban jiwa, dan ratusan lainnya mendapatkan perawatan di rumah sakit. Pemerintah lalu membentuk tim gabungan independen pencari fakta (TGIPF) untuk mengusut tuntas tragedi memilukan di persepakbolaan nasional itu.

Dalam salah satu rekomendasinya, TGIPF menyebutkan agar ketua umum beserta komite eksekutif (Exco) PSSI mengundurkan diri dari jabatan sebagai bentuk tanggung jawab moril.

Sontak rekomendasi itu menghadirkan pro dan kontra. Banyak kalangan yang meminta agar PSSI menggelar KLB. Namun tidak sedikit juga yang menuntut keadilan hukum bagi pelaku yang terlibat dengan tragedi Kanjuruhan.

Umuh mengatakan, seharusnya permasalahan yang mesti diselesaikan terlebih dulu adalah pengusutan tuntas terhadap tragedi Kanjuruhan dibandingkan mengedepankan KLB PSSI.

“Menurut saya, ini kan kejadian di Kanjuruhan. Ini Bobotoh lagi sakit, para pendukung klub masing-masing, terutama di Malang, semua lagi sakit. Kita juga simpati kepada Malang semuanya,” ujar Umuh dikutip laman Simamaung.

“Di sini suporter menuntut mana keadilan, dan selesaikan dulu siapa yang salah. Selesaikan dulu satu persatu, kenapa merembet jadi harus KLB dulu. Jadi selesaikan dulu, dan setelah ini sudah jelas permasalahan kan ada tim investigasi, jangan dimolor-molor begini.”

“Selesaikan cepat, setelah itu baru kita bicara lanjutkan dulu pertandingan. Siapapun juga boleh bicara, karena semua punya hak dan opini, seperti tadi ada yang minta KLB.”

“Sekarang belum ada kejelasan mau dibawa kemana. Semua orang bicara. Ada yang pro, ada yang kontra. Saya lihat ada orang marah-marah di televisi. Saya pikir kenapa dia gila-gilaan seperti itu. Santai saja.”

Sementara dalam pertemuan dengan presiden FIFA Gianni Infantino di Istana Negara, Presiden RI Joko Widodo menyatakan tidak membicarakan rekomendasi TGIPF. Menurut Jokowi, mereka hanya berbicara terkait kondisi sepakbola tanah air.

Iklan
0