OLEH MUHAMMAD RIDWAN
Pelatih Persela Lamongan Aji Santoso, mengaku timnya sangat kehilangan atas meninggalnya Choirul Huda. Menurutnya, pemain berusia 38 tahun tersebut merupakan sosok panutan baik di dalam maupun luar lapangan.
Sebelum, meninggal Huda sempat bermain ketika Persela melawan Semen Padang di Stadion Surajaya, Lamongan, Minggu (15/10). Nahas, ia terkapar saat injury time babak pertama setelah berbenturan dengan rekan setimnya Ramon Rodrigues saat ingin menghalau bola.
Akibat benturan tersebut, Huda hilang kesadaran sehingga harus dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah dr Soegiri. Tak lama setelah tiba di sana Huda akhirnya meninggal dunia.
"Seluruh pemain begitu selesai pertandingan menuju rumah sakit, dan dipastikan Choirul Huda meninggal dunia," kata Aji saat diwawancarai salah satu stasiun televisi.
"Kami sangat merasa kehilangan atas berpulangnya Choirul Huda. Kami tadi tidak sempat bertemu dengan dokter, cuma kami sudah melihat jenazah beliau saja," imbuhnya.
Huda merupakan pemain yang paling loyal dengan Persela. Selama karier profesionalnya, ia tidak pernah hengkang walau mendapat tawaran dari sejumlah klub yang ada di Indonesia.
