Komisi Disiplin (Komdis) PSSI akhirnya memberikan surat resmi terbaru terkait masa berlaku sanksi untuk gelandang asing Persib Bandung, Oh In-Kyun. Itu setelah, adanya protes dari pihak Persib terkait keterlambatan surat salinan keputusan Komdis PSSI untuk gelandang asal Korea Selatan tersebut.
Sebelumnya, In-Kyun memang diputuskan mendapatkan larangan bermain dalam dua pertandingan, dan itu dimulai pada laga melawan PSIS Semarang di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Bandung, Minggu (8/7) malam. Tapi lantaran surat salinan hukuman itu diterima terlambat oleh pihak Persib, maka In-Kyun tetap dimainkan di laga tersebut dan dengan adanya surat baru ini statusnya sah untuk bermain.
Kepastian penundaan sanksi bagi In-Kyun tertuang dalam Memo Internal Komdis bernomor 002/KOMDIS/VII-18 yang disampaikan Komdis PSSI kepada COO PT Liga Indonesia Baru, Tigorshalom Boboy.
"Sehubungan hal tersebut di atas, Komite Disiplin PSSI menunda putusan untuk tanggal 8 Juli 2018, tanpa mengurangi sosialiasi dari putusan itu sendiri dengan hukuman terhadap pemain Persib Bandung Sdr. Oh-Inkyun 2 (dua) pertandingan, pada pertandingan Perseru Serui vs Persib Bandung, tanggal 12 Juli 2018, Persib Bandung vs Persela Lamongan tanggal 16 Juli 2018," tulis Memo yang bertandatangan ketua Komdis Asep Edwin Firdaus tersebut, seperti dikutip laman resmi Persib.
Dengan demikian, hukuman In-Kyun baru akan berlaku saat Persib melawan Perseru, 12 Juli mendatang. Mantan penggawa Persela Lamongan itu pun sudah tak masuk dalam rombongan tim Maung Bandung yang menuju Serui.
Selain menghukum In-Kyun, Komdis juga memberikan teguran keras kepada pelatih Persib, Roberto Mario Carlos Gomez. Selain itu, ada juga sanksi larangan masuk ke ruang ganti dan dan duduk di bench untuk asisten pelatih Persib, Fernando Soler, dalam tiga laga. Tiga laga itu saat melawan PSIS (8/7), Perseru (12/7), dan Persela Lamongan (16/7), plus denda sebesar Rp25 juta.

