Liga 1 2019: Komite Disiplin PSSI Larang Diogo Campos Tampil Di Dua Laga

Komentar()
Abi Yazid / Goal
Komdis PSSI kembali memberikan sanksi dan denda kepada pemain, dan klub Liga 1 hingga tim U-18.

Kalteng Putra dipastikan tidak diperkuat penyerang andalannya Diogo Campos dalam dua pertandingan Liga 1 2019 setelah dijatuhi larangan tampil oleh Komite Disiplin (Komdis) PSSI.

Sanksi ini diberikan kepada Campos, karena dianggap telah memperlihatkan sikap tidak sportif dengan menanduk pemain Bali United ketika kedua tim bentrok pada 26 Juni. Selain larangan bermain, Campos juga didendar Rp10 juta.

Campos menjadi satu-satunya pemain Kalteng Putra yang dijatuhi sanksi larangan bermain. Sebab, Patrich Wanggai yang menghampiri ofisial Bali United lolos dari sanksi, dan hanya dikenakan teguran keras.

Sedangkan asisten pelatih Bali United Yogi Nugraha mendapatkan teguran keras dari Komdis, menyusul aksinya memprotes asisten wasit secara berlebihan di laga yang sama. Bukan itu saja, Bali United juga dijatuhi denda Rp200 juta akibat ulah suporter yang menyalakan flare di lima titik.

Sanksi larangan tampil juga diberikan kepada bek Perseru Badak Lampung FC Miftah Anwar Sani yang mendapat hukuman tambahan tidak bermain satu kali, karena dinilai melakukan tindakan tidak sportif ketika menjamu Bali United pada 30 Juni. Miftah diganjar kartu merah di laga tersebut.

 

 

Sementara itu, ulah suporter yang menyalakan petasan dan melempar botol air mineral saat menjamu TIRA Persikabo pada 29 Juni membuat Arema FC diganjar dendar sebesar Rp150 juta.

Sanksi serupa atas sikap suporter juga diterima Persib Bandung. Hanya saja, Persib didenda Rp75 juta, karena adanya pelemparan botol ke arah polisi. Komdis menganggap aksi itu sudah dilakukan berulang.

Dari Liga 2 2019, Mitra Kukar dan Cilegon United didenda Rp25 juta, karena lima pemain mendapatkan kartu kuning dalam satu pertandingan. Lima kartu kuning itu diperoleh ketika Mitra Kukar menjamu PSIM Yogyakarta, dan Cilegon United bertamu ke kandang PSMS Medan.

Artikel dilanjutkan di bawah ini

Sedangkan manajer Perserang Serang Babay Karnawi hanya diberikan teguran keras menyusul aksi protes berlebihan kepada wasit saat dijamu Persiraja Banda Aceh pada 2 Juli.

Di kompetisi Elite Pro Academy (EPA) U-18, Semen Padang diganjar denda Rp5 juta, karena tidak menggunakan nama punggung di kostum tim ketika menghadapi Perseru Serui U-18 pada 29 Juni.

 

Tutup