imago-sport-1076588082.jpgANP

Diterjemahkan oleh

KNVB langsung memberlakukan tiga peraturan baru

KNVB akan memberlakukan tiga aturan baru mulai musim 2026/27 untuk menekan aksi mengulur waktu dan meningkatkan waktu bermain efektif. Perubahan tersebut untuk pertama kalinya diterapkan pada Minggu dalam perebutan Johan Cruijff Schaal antara juara liga PSV dan pemenang piala AZ. Sejumlah aturan yang pertama kali berlaku pada Piala Dunia edisi terakhir juga diadopsi.

Salah satu penyesuaian yang paling mencolok adalah penerapan aturan lima detik yang terlihat jelas pada tendangan gawang dan lemparan ke dalam. Mulai sekarang, wasit akan menghitung mundur secara terbuka dari lima detik sebelum bola harus kembali dimainkan.

Jika seorang pemain gagal memasukkan bola ke dalam permainan dalam waktu tersebut, sanksi langsung akan diberikan. Tendangan gawang akan diubah menjadi sepak pojok untuk lawan, sementara lemparan ke dalam akan diberikan kepada tim lawan.

Penegakan aturan juga akan diperketat saat pergantian pemain. Pemain yang ditarik keluar harus meninggalkan lapangan dalam sepuluh detik melalui rute terpendek. Jika tidak, pemain pengganti harus menunggu setidaknya satu menit dan baru boleh masuk lapangan pada penghentian permainan berikutnya.

Selain itu, KNVB ingin mengakhiri cedera pura-pura. Pemain yang mendapat perawatan di lapangan harus tetap berada di luar garis lapangan setidaknya selama satu menit setelah pertandingan dilanjutkan sebelum mereka boleh kembali.

Namun, ada beberapa pengecualian pada aturan tersebut. Kiper tidak harus meninggalkan lapangan setelah mendapat perawatan. Begitu juga pemain yang cedera akibat pelanggaran yang membuat lawan menerima kartu kuning atau merah, boleh tetap berada di lapangan. Hal yang sama berlaku ketika dua pemain dari tim yang sama dirawat secara bersamaan atau ketika terjadi cedera serius.

Bukan hanya di lapangan yang mengalami banyak perubahan. VAR juga mendapat kewenangan tambahan mulai musim ini. Misalnya, wasit video boleh mengoreksi sepak pojok yang keliru diberikan menjadi tendangan gawang, asalkan itu dilakukan sebelum permainan dilanjutkan. Sebaliknya, hal itu tidak berlaku: tendangan gawang yang salah tidak bisa diubah oleh VAR menjadi sepak pojok.

Selain itu, VAR dapat turun tangan ketika kartu kuning kedua diberikan secara keliru dan akibatnya berujung pada kartu merah. Dalam kasus salah orang, ketika pemain yang salah menerima kartu kuning atau merah, wasit video juga boleh memberi tahu wasit tentang kesalahan tersebut. Dalam situasi itu, yang dikoreksi hanya identitas pemain yang dihukum, sementara penilaian terhadap pelanggaran itu sendiri tetap tidak berubah.

Iklan

SUKA CERITA INI?

Tambahkan GOAL.com sebagai sumber pilihan di Google untuk melihat lebih banyak liputan kami

Ikuti GOAL di Google