Manajemen klub Thai League 2, Lampang FC, menegaskan tidak akan mengabaikan tunggakan gaji pemain, dan berharap banyak pihak memahami situasi yang dialami manajemen di tengah pandemi virus Corona.
Lampang saat ini sedang dihantam krisis keuangan akibat minimnya pemasukan setelah penyebaran COVID-19. Bahkan mereka ditinggalkan arsitek tim Somchai Makmool yang gajinya tertunggak tiga bulan, termasuk sejumlah pemain dan asisten pelatih. Lampang kini ditangani pelatih sementara Weerayut bin Abdullohman.
Direktur eksekutif Suchok Lertwattanakome mengungkapkan, manajemen tidak pernah menutup situasi yang dialami Lampang. Menurutnya, keuangan klub yang meminjam penggawa Persipura Jayapura Todd Rivaldo Ferre itu sudah tidak menjadi masalah lagi, walau diakui masih ada tunggakan satu bulan gaji.
“Saya akui klub masih mempunyai tunggakan gaji pemain selama satu bulan dari sebelumnya tiga bulan. Kami telah melunasi gaji mereka dua bulan. Klub tidak pernah menutup diri, dan tak pernah berniat untuk tidak melunasi gaji,” beber Suchok dikutip laman Siam Sports.
“Seperti yang diketahui, situasi sekarang sangat sulit sebagai dampak COVID-19. Saya yakin banyak tim juga mengalami masalah finansial. Manajemen Lampang sudah sepakat untuk melunasi sisa gaji staf dan seluruh pemain. Tanda tangan mereka bisa menjadi bukti.”
Lampang FCSuchok menambahkan, sebelum virus COVID-19 merebak di Thailand pada awal tahun kemarin, Lampang tidak pernah menunggak gaji pemain. Manajemen selalu memenuhi kewajiban tepat waktu.
“Kami akui memang ada tunggakan gaji. Tapi kami tidak pernah mempersulit pemain ketika ingin memperkuat tim lain di bursa transfer terakhir. Kami senang memberikan bantuan kepada mereka, bahkan tidak pernah menuntut hak kami terkait pemutusan kontrak,” cetus Suchok.
Sedangkan mengenai gelandang Kevin Brands yang telah mengadukan permasalahan ini ke FIFA, Suchok mengatakan, pihaknya telah menerima pemberitahuan dari induk organisasi sepakbola dunia itu pada 9 Februari.
“Terkait masalah Kevin Brands yang kontraknya sudah diputus, dan melaporkan kasus ini ke FIFA, kami baru menerimanya kemarin (9 Februari). Sebetulnya, kami sekarang masih dalam tahap negosiasi mengenai pembayaran pemutusan kontrak. Ini belum selesai,” jelas mantan manajer Chanthaburi FC itu.
SIMAK JUGA: BERITA SEPAKBOLA NASIONAL!
