Mantan asisten pelatih timnas Indonesia Hans-Peter Schaller, kembali ke dunia sepakbola. Sosok berpaspor Austria tersebut dikontrak klub Timor Leste Assalam FC.
Akan tetapi, posisi Schaller tidak sebagai pelatih di klub tersebut. Manajemen Assalam FC, menunjuk pria berusia 62 tahun itu menjadi direktur teknik.
"Kami mengumumkan bahwa kami telah secara resmi merekrut pelatih dengan lisensi UEFA Pro, Hans-Peter Schaller sebagai direktur teknik pasukan hijau. Selamat datang di keluarga besar Assalam FC Profesor Peter," demikian pernyataan klub di akun Instagram miliknya.
Schaller mengemban jabatan asisten pelatih timnas Indonesia pada Piala AFF 2016. Ia mendampingi Alfred Riedl yang dipercaya menjadi juru formasi skuad Merah Putih.
Ketika itu, Schaller hampir saja membawa timnas Indonesia menjadi juara Piala AFF. Sayang, pasukan Garuda dikalahkan Thailand pada laga final dengan agregat 3-2.
Selepas dari timnas Indonesia, Schaller ditunjuk menjadi nakhoda Bali United. Ia menggantikan Indra Sjafri, yang ditunjuk sebagai pelatih timnas Indonesia U-19.
Namun, masa bakti Schaller di Bali United tidak lama. Manajemen Serdau Tridatu mendepaknya akibat dua kekalahan beruntun yang didapatkan pada Liga 1 2017.
GoalBergabungnya Schaller, membuatnya bereuni dengan Alexander Weber. Mereka sempat berkolaborasi ketika berada di Bali United Youth beberapa tahun lalu.
Weber bukan pemain asing pertama yang direktut Assalam FC. Kesebelasan tersebut juga sudah mengontrak tiga pemain asal Indonesia yakni Nauval Diaz Nugroho, Riki Nata Permana, dan Romzie Naga Alfikri.
“Saya terima tawaran dari Assalam karena saya sangat suka dan setuju dengan visi manajemen klubnya. Apalagi Assalam baru merekrut coach Peter Schaller, dia yang dulu menempatkan saya di Bali United Youth," ucap Weber.
"Dan saya sangat suka filosofi sepakbola dia. Dan iya, tentu saja saya mau kejar tantangan baru dalam karier saya,” pesepakbola berpaspor Kanada tersebut menambahkan.
Diharapkan kedatangan para pemain tersebut menambah kekuatan Assalam FC, dalam mengarungi kompetisi Timor Leste. Persiapan maksimal mesti dilakukan untuk mendapatkan gelar juara liga yang terakhir didapatkan pada 2018.
