Rekomendasi Komnas HAM yang meminta PSSI membekukan sementara semua pertandingan sepakbola mendapat sorotan tajam dari presien Madura United Achsanul Qosasi. Menurutnya, permintaan tersebut kurang tepat.
Beberapa hari lalu Komnas HAM mengeluarkan sejumlah rekomendasi usai melakukan investigasi tragedi Kanjuruhan. Satu di antaranya mendesak PSSI untuk membekukan seluruh aktivitas sepakbola sampai ada standarisasi terhadap pengawas pertandingan di seluruh level kompetisi.
Achsanul menilai perspektif Komnas HAM itu lebih kepada persoalan HAM-nya saja. Seharusnya mereka juga melihat dari unsur sepakbola dalam mengeluarkan rekomendasi.




"Mereka tidak melihat dari perspektif bagaimana sepakbola ini bisa segera bergulir kembali. Mereka tidak punya pertimbangan itu sama sekali," kata Achsanul.
Achsanul menilai Komnas HAM seharusnya lebih merekomendasikan tentang jaminan agar hak-hak asasi manusia dapat terakomodir dalam sepakbola, bukan malah merekomendasikan terkait kompetisi. Oleh karena itu, jika Komnas HAM masuk dalam ranah sepakbola menjadi langkah yang terlalu jauh.
"Komnas HAM mestinya merekomendasikan, misalnya, demi keamanan penonton maka dalam menggelar kompetisi sepakbola harus memperhatikan apakah itu jam tayangnya atau instrumen-instrumen lain. Bukan sepakbolanya. Kalau begini bisa dibilang Komnas HAM agak offside," ucapnya.
Komisaris PT Persib Bandung Bermartabat (PBB) Umuh Muchtar juga telah meminta Komnas HAM tidak gegabah dalam mengeluarkan rekomendasi terkait pembekuan seluruh aktivitas sepakbola Tanah Air. Ia mengatakan, selama ini sepakbola bukanlah sekadar olahraga semata bagi bangsa Indonesia.
"Banyak yang menggantungkan hidup juga ke sepak bola. Kalau sampai dihentikan, bagaimana?" kata Umuh.
"Kalau sampai FIFA turun [tangan], kita dibekukan [karena melihat ada intervensi dari rekomendasi ini], selama delapan tahun, nangis semua. Nangis semua. Mau jadi apa?" Umuh menambahkan.
