Mayoritas klub Liga 2, mengusulkan kepada PSSI tidak lagi berada di bawah naungan PT Liga Indonesia Baru (LIB). Mereka ingin membetuk perseroan baru untuk yang menggulirkan kompetisi kasta kedua Tanah Air tersebut.
Usulan tersebut muncul karena selama ini klub Liga 2, tidak memiliki saham sama sekali di PT LIB. Hanya, 18 klub Liga 1 dan PSSI yang memegang saham di operator kompetisi tersebut.
Padahal, saat kompetisi bergulir, PT LIB yang menentukan kebijakan kompetisi mulai dari Liga 1 dan 2. Maka dari itu mereka ingin punya perseoran sendiri untuk memutar kompetisi.
"Beri kesempatan kami bertahap untuk mandiri. Liga 1 ada operator, Liga 2 juga ada wadahnya. Sehingga meringankan beban liga [LIB], bertahap mengelola sendiri," kata presiden Persiba Balikpapan Gede Widiade saat silaturahim virtual dengan 15 klub Liga 2, Kamis (4/6).
"Ini masih wacana, saya sangat respek, masukan teman-teman punya komitmen ke depan. Setelah pandemi reda, kita sowan ke induk organisasi [PSSI] untuk memberikan masukan," ia menambahkan.
Pembentukan operator baru Liga 2 tersebut agar klub memiliki kekuatan hukum yang jelas. Selama ini eks direktur Persija Jakarta itu, merasa klub Liga 2 tidak memiliki keterkaitan hukum dengan LIB.
"Kalau terjadi apa-apa, LIB wanprestasi, kami lah yang jadi masalah. Sekarang tidak ada keterkaitan hukum dengan LIB. Kami butuh waktu, kalau disetujui, kita bentuk badan usaha," ujarnya.
Saat ini kelanjutkan Liga 1 dan 2 masih menggantung, karena PSSI belum memutuskan. Kabarnya, kompetisi kembali dilangsungkan pada September atau Oktober mendatang.
