Manajer Bhayangkara FC Sumardji, menyambut positif kembali digelarnya turnamen Piala Presiden. Ia menyebut ajang tersebut menjadi ajang pramusim yang bagus untuk timnya sebelum terjun di kompetisi musim ini.
Adanya turnamen Piala Presiden tersebut membuat jadwal Piala Indonesia babak 16 besar jadi molor. Akan tetapi, Sumardji, mengatakan tak masalah dengan perihal tersebut.
Menurut Sumardji, Piala Presiden bisa menambah modal timnya sebelum bergulirnya kompetisi Liga 1 2019. Hal tersebut terjadi karena kontestan ajang itu mendapatkan match fee setiap kali bertanding.
"Bagi kami Bhayangkara, Piala Presiden sebenernya turnamen pramusim yang ditunggu-tunggu semua klub, bukan Bhayangkara saja. Secara keseluruhan, mengapa? Karena mengacu tahun-tahun lalu dan sebelumnya Piala Presiden maknanya betul-betul dan keuntungannya buat klub sangat luar biasa," kata Sumardji ketika dihubungi wartawan.
"Contoh kecil, pertama sebelum bermain saja kita sudah dikasih uang, kedua hotel disiapkan, menang dikasih, transportasi dikasih, pokoknya semuanya dikasih. Bahkan hadiahnya lebih besar jadi kami jujur saja Piala Presiden ini sangat diharapkan, kalau tidak ada ya kami kecewa," tambahnya.
Pada Piala Presiden 2018, klub yang mendapatkan kemenangan dalam pertandingan menerima Rp125 juta, imbang Rp100 juta, serta yang kalah dikasih Rp75 juta.
Goal Indonesia

