Diogo Jota Liverpool 2020-21Getty Images

Jurgen Klopp: Social Distancing Saat Selebrasi Gol? Sulit Dibayangkan

Jurgen Klopp meyakini akan sulit bagi para bintang Liga Primer Inggris untuk mengubah kebiasaan mereka melakukan selebrasi gol jika menerapkan aturan jaga jarak sosial alias social distancing.

Pimpinan eksekutif Liga Primer, Richard Masters pekan ini mengirim surat kepada klub-klub peserta sebuah imbauan agar meminta para pemain untuk menghindari kontak yang tidak diperlukan termasuk pelukan, jabat tangan dan tos.

Imbauan tersebut mungkin juga diberlakukan pada selebrasi gol, ketika biasanya ada beberapa pemain yang mendatangi dan memeluk sang pencetak gol untuk memberikan ucapan selamat.

Otoritas kompetisi sepakbola Inggris berusaha agar terus berpegang penuh pada protokol era COVID-19, guna menghindari kenaikan angka kasus dan memastikan liga tetap bisa berjalan selama periode kedua lockdown.

Hanya saja, Klopp berpendapat bahwa sebenarnya regulasi baru yang diterapkan di sepakbola sekarang ini sudah begitu ketat dijalankan dan mengurangi risiko penularan di lapangan, menyebut timnya sebagai salah satu yang sudah terbiasa disiplin.

"Kami berpegang pada aturan, dan jika seseorang mengatakan jika ada pelanggaran maka permainan ini akan dihentikan kembali, saya tidak mengerti, tapi saya bukan pembuat keputusan," katanya jelang duel akbar Liga Primer lawan Manchester United, Minggu (17/1) esok.

"Saya mengerti peraturan memang harus ketat... tapi kita harus belajar dari hal-hal yang telah berhasil dalam beberapa bulan terakhir dan berjalan di sepakbola."

Klopp sulit membayangkan apabila nantinya selebrasi gol para pemain dibatasi dengan regulasi social distancing, karena menilainya sudah menjadi naluri bagi mereka untuk merayakan gol dengan rekan-rekan setim.

"Jika ada sesuatu untuk dirayakan, itu akan dilakukan dengan cara yang tepat, tapi itu sulit," sambung Klopp.

"Sepakbola adalah permainan yang emosional dan tidak boleh dilupakan bahwa mengenai hal ini, para pemain melakoni tes [virus corona] dua atau tiga kali dalam sepekan. Selama sepekan kami mengurangi kontak seminimal mungkin."

"Jika kami berpikir dan merasa bahwa kami akan mengancam satu atau dua rekan setim kami [dengan selebrasi gol] kami tidak akan mernah melakukannya, itu tidak akan terjadi."

Iklan
0