Pelatih Argentina, Lionel Scaloni mendesak agar Liga Primer Inggris dan kompetisi Eropa lainnya untuk tidak lagi mencegah para pemain bergabung dengan tim nasional masing-masing selama jeda internasional.
Liga Primer pekan lalu sepakat menerapkan aturan untuk tidak melepas para pemain yang mendapat panggilan untuk tugas internasional jika berasal dari negara-negara yang masuk dalam "daftar merah" regulasi COVID-19 pemerintah Inggris.
Negara-negara CONMEBOL, Brasil, Chile, Argentina dan Peru semuanya masuk dalam daftar merah tersebut, yang mewajibkan para pemain menjalani karantina selama 10 hari apabila tetap memaksa untuk bepergian.
La Liga juga mengatakan akan mendukung klub Spanyol mana pun yang tidak mau melepas pemain mereka untuk bergabung dengan tim nasional dari daerah yang mengalami peningkatan kasus virus corona.
"Ini tidak boleh terjadi lagi," kata Scaloni, Rabu (8/9) kemarin. "Saya merasa bahwa kita harus mempertimbangkan kembali banyak hal karena kami tidak bisa menerima apa yang terjadi terkait dengan pelepasan pemain."
"Ada tim nasional yang dibiarkan tanpa beberapa pemain dan yang lain bisa lengkap, namun kemudian kami harus mengirim para pemain kembali."
"Kami punya waktu hingga jeda internasional berikutnya. Para pelatih tim nasional dan federasi akan bertemu dan kami akan menemukan solusi. Ini tidak boleh terjadi lagi di jeda internasional berikutnya."
Argentina memang memiliki pemain yang berasal dari Liga Primer, yakni Emiliano Martinez, Cristian Romero, Giovani Lo Celso dan Emiliano Buendia untuk lanjutan kualifikasi Piala Dunia 2022.
Mereka semua bisa bermain saat Argentina menang 3-1 atas Venezuela pada 3 September lalu, namun tidak demikian dengan Brasil yang menjadi lawan mereka berikutnya, tidak bisa memainkan para pemain yang berasal dari Liga Primer.
Buntut dari "ketidakadilan" itu, terjadi kisruh yang memaksa pertandingan antara Brasil dan Argentina pada akhir pekan kemarin dihentikan karena adanya intervensi dari otoritas kesehatan Brasil.
