Muhammad TaqiAFC

Kisah Wasit VAR Piala Dunia Asal Singapura: Dari Sekadar Hiburan Berubah Jadi Kebanggaan

Di saat tidak ada tim asal Asia Tenggara yang tampil di Piala Dunia 2022 di Qatar, seorang pria asal Singapura berangkat ke negeri terkaya keempat di jagat ini.

Dia adalah Muhammad Taqi. Keberangkatan Taqi ke Qatar bukan menjadi tenaga kerja asing, melainkan bertugas sebagai wasit video assistant referee (VAR) di turnamen sepakbola terakbar di dunia ini.

Taqi mengawali tugasnya sebagai wasit VAR ketika Spanyol menghadapi Kosta Rika, Rabu (23/11) malam WIB, dan Brasil melawan Serbia, Jumat (25/11) dini hari WIB.

Awal menjadi wasit

Saat masih kanak-kanak, Taqi sebetulnya sudah bergabung dengan sebuah tim hockey di Singapura. Namun Taqi sering bermain sepakbola bersama teman-temannya di area pergudangan yang kosong.

“Sepakbola cuma sebuah hiburan buat kami, hanya karena kami tertarik kepada sepakbola. Kami hanya bermain sepakbola secara sosial di antara teman-teman sekolah saya,” kenang Taqi kepada Channel News Asia.

Perjalanan hidup Taqi berubah ketika dia menginjak usia 16 tahun. Seorang teman, yang ayah dan pamannya berprofesi sebagai pengadil lapangan, mendaftarkan Taqi mengikuti kursus wasit di federasi sepakbola Singapura (FAS).

“Ketika kami bermain sepakbola, kami akan berbicara tentang sepakbola, dan mereka meminta saya hanya untuk mempelajari regulasi permainan. Ketika saya mengambil kursus, itu untuk mengetahui lebih banyak tentang regulasi, tidak ada minat mendalam terhadap prfoesi wasit,” tutur Taqi.

Trọng tài Muhammad TaqiGetty

Tak pedulikan sorotan

Seiring berjalannya waktu, sudut pandang Taqi berubah, dan ia makin mendalami dunia perwasitan. Taqi pun menjalani tugas pertamanya sebagai wasit di S-League (sekarang Liga Primer Singapura) pada 2006.

“Pada usia 19 tahun, remaja seperti saya ingin melakukan debut untuk tim nasional, atau kelompok usia sebagai pesepakbola. Tetapi bagi saya, debut sebagai wasit memberi banyak tekanan, karena saya menghadapi pemain yang sangat, sangat berpengalaman, baik lokal maupun asing,” papar Haqi.

“Prinsip saya di setiap pertandingan, tidak peduli itu laga lokal atau internasional, saya hanya mengingatkan diri sendiri jika sorotan lebih ditujukan kepada pemain, tim, karena mereka merupakan bintang pertandingan.”

Selepas itu, karir Taqi terus meningkat. Ia tidak hanya bertugas di kompetisi domestik, tapi memimpin sejumlah pertandingan di level regional maupun di kawasan Asia.

Tangisan bahagia

Taqi mengaku terkejut ketika namanya diumumkan sebagai salah satu wasit VAR di Piala Dunia pada Mei lalu. Pria yang bernama lengkap Muhammad Taqi Aljaafari Jahari itu langsung menangis.

“Itu sangat, sangat emosional. Saya menangis bahagia. Saya tidak menyangka atas penunjukan itu. Saya hanya dari negara seperti Singapura, sebuah negara kecil di peta dunia,” ujar Taqi.

“Ini adalah sesuatu yang sangat saya harapkan. Saya benar-benar bekerja keras untuk itu. Ditugaskan di Piala Dunia, itu mencerminkan kerja keras yang luar biasa yang telah Anda lakukan dalam beberapa tahun terakhir.”

Iklan
0