Ronnie BrunswijkGFX

Kisah 'Robin Hood' Suriname Ronnie Brunswijk Yang Guncang CONCACAF

Liga CONCACAF, jarang mendapat sorotan dari publik sepakbola dunia. Akan tetapi, popularitas ajang tersebut mendadak naik pada pekan lalu karena kehadiran Ronnie Brunswijk dalam laga Inter Moengotapoe melawan Olimpia.

Pada pertandingan babak 16 besar Liga CONCACAF tersebut Brunswijk yang berposisi wakil presiden Suriname, ikut bermain untuk Moengotapoe. Ia tampil selama 53 menit sebelum digantikan rekan setimnya.

Selain menjabat sebagai wakil presiden Suriname, Brunswijk juga merupakan pemilik Moengotapoe. Makanya, ia bisa leluasa bermain dan di laga tersebut menjadi kaptem tim.

Tampilnya Brunswijk, menggemparkan jagat sepakbola internasional. Ia pernah memimpin gerilya pemberontak di Suriname pada 1985, saat memperjuangkan hak-hak keturunan Afrika.

Selain itu Brunswijk, merupakan buronan interpol karena perdagangan narkoba yang dijatuhkan di Prancis dan Belanda. Kondisi tersebut yang membuatnya terancam ditangkap bila keluar dari Suriname.

Kisah kontroversial Brunswijk di sepakbola pernah terjadi pada 2005. Ia diskors selama lima tahun oleh otoritas sepakbola Suriname karena diduga mengancam pemain dengan pistol selama pertandingan, namun akhirnya hukuman tersebut dibatalkan akibat kurangnya bukti.

Ronnie Brunswijk SurinameGetty Images

Meski punya rekam jejak yang buruk, Brunswijk tetap dicintai masyarakat Suriname. Ia digambarkan sebagai Robin Hood, karena suka membagikan uang kepada orang-orang yang membutuhkan.

Bahkan, di suatu kesempatan Brunswijk, pernah menyebarkan uang lewat helikopter. “Semua yang saya miliki, saya berikan kepada orang-orang,” katanya kepada New York Times dalam sebuah wawancara tahun 2021. “Sejak saya masih kecil, saya ingin membantu orang lain. Saya sekarang memiliki kesempatan untuk membantu seluruh negara.”

Bukan cuma Brunswijk, saja yang ikut bermain di laga Moengotapoe versus Olimpia. Putranya Damian Brunswijk, juga ambil bagian pada pertandingan tersebut.

Sayang, kehadiran Brunswijk, dan anaknya tidak memberikan dampak apa-apa. Moengotapoe takluk enam gol tanpa balas dari klub asal Honduras tersebut.

“Ketika saya melihatnya masuk, dia datang untuk memberi selamat kepada kami, untuk meminta jersey. Kemudian dia mengeluarkan uang, dia berkata, ;dia ingin membuat hadiah ini dan mulai membagikannya',” kata pelatih Olimpia dari Argentina Pedro Troglio menjelaskan kepada IP, mengacu pada video skandal yang menunjukkan Brunswijk memberikan uang $100 kepada para pemainnya. “Di luar stadion dia terus membagikan uang tunai kepada orang-orang."

“Tidak ada yang tidak pantas di sini. Itu adalah pergantian peristiwa yang lucu. Ada beberapa pemain yang tidak mampu secara ekonomi. Logikanya, mereka melihat $100 dan beberapa mengambilnya. Saya tidak bisa mengatakan apakah itu benar atau salah karena setiap orang memiliki kerangka di lemari mereka.”

Brunswijk, memberikan pembelaan terkait tindakan bagi-bagi uang dilakukannya. Ia menyatakan hal itu sebagai bentuk rasa terima kasih kepada Olimpia. 

“Karena Covid-19 kami tidak dapat mengadakan pertandingan selama hampir satu setengah tahun, dan saya bersyukur bahwa Olimpia ingin datang ke Suriname," ucapnya.

Kejadian di laga tersebut berbuntut panjang. CONCACAF mendiskualikasi Moengotapoe dan Olimpia dari Liga CONCACAF musim 2021/22, akibat pelanggaran integritas serius

Sedangkan, Brunswijk dijatuhkan hukuman larangan berpartisipasi dalam bentuk apa pun di CONCACAF selama tiga tahun. Sementara pelatih Olimpia Troglio, mengundurkan diri jabatannya dan menyampaikan permintaan maaf terkait tindakannya dan bakal menyumbang uang yang didapat dari laga itu untuk membantu anak-anak di Honduras yang terkena kanker.

Iklan
0