Maruarar Sirait menceritakan pengalamannya merawat para sponsor ketika menjadi ketua sterring committe (SC) Piala Presiden 2015, 2017, 2018, dan 2019. Menurutnya, jika sepakbola Indonesia ingin menjadi industri memperlakukan baik sponsor jadi kunci penting.
Hal itu disampaikan Maruarar ketika didapuk menjadi salah satu pembicara dalam diskusi daring dengan topik Rilis Temuan Survei Nasional INDIKATOR "Tragedi Kanjuruhan dan Reformasi PSSI", Minggu, (13/11). Dan juga sebagai pembicara ada Burhanuddin Muhtadi, selaku Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia dan salah satu anggota TGIPF sekaligus Koordinator Save Our Soccer, Akmal Marhali.
Adapun dari kalangan suporter, pembicara yang ikut bergabung seperti Diky Soemarmo selaku ketua The Jakmania sebutan fans Persija Jakarta. Dan terakhir dihadiri juga oleh Tobias Ginanjar sebagai ketua Viking Frontline yang merupakan salah satu sebutan untuk suporter Persib Bandung.
Lebih spesifik Maruarar menyampaikan pengalamannya bekerja sama baik dengan Emtek atau juga Indosiar sebagai pemegang hak siar Piala Presiden. Apresiasi disampaikannya, karena sejauh dirinya bekerja sama dengan Emtek dan juga Indosiar komitmen tinggi selalu dijunjung.
"Emtek komitmen sangat baik selama Piala Presiden. Saya selalu cek dari pihak sponsor untuk klub apa sudah masuk. Itu selalu kami sampaikan secara terbuka di depan media. Menjaga ekosistemnya juga sangat penting. Sponsor sangat penting, televisi juga sangat penting," kata Maruarar.
Meski begitu, Maruarar bukannya menutup mata semisal ada permintaan dari pihak sponsor yang tak bisa dijalankan. Namun, ia mengatakan semuanya tetap bisa dikordinasikan dengan baik, karena yang utama tetap keselamatan banyak orang yang hadir menyaksikan jalannya pertandingan.
"Sama media kita juga mesti baik. Waktu itu Emtek berapa kali dan selama kami bekerja sama baik-baik saja. Kita kredibel. Wajar media punya keinginan kepentingan akan tetapi tentu keselamatan penonton itu nomor satu," ucapnya.
"Semisal ada instruksi dari kepolisian, jangan ini tidak aman, ya itu harus kalah semuanya. Pertimbangan keamanan kesehatan manusia atau suporter itu harus nomor satu. Tapi apakah kita harus mendengar memperlakukan sponsor dengan baik itu harus. Tapi tetap punya otoritas yang tegas," ia menambahkan.
