Berita Pertandingan
Piala Eropa Wanita

Kisah Luar Biasa Alexandra Popp: Pemecah Rekor Debutan Jerman Di Euro Wanita

18.00 WIB 29/07/22
Alexandra Popp Germany Women 2022
Popp akhirnya bisa memperkuat Jerman pada Euro Wanita setelah dua edisi absen karena cedera.

Saat bola membentur jala gawang untuk gol keempat Jerman melawan Denmark, Alexandra Popp mencari sepersekian detik seperti akan merayakannya. Tapi kemudian emosi menghantamnya. Ia berlutut, kepalanya membentur rumput dan memukul tanah berulang kali saat rekan satu timnya mengerumuni dan memberi selamat kepadanya.

Kejadian tersebut bukan hanya gol manis untuk Jerman, saat menyingkirkan runner-up Euro Wanita 2017 dalam pertandingan pembukaan edisi musim panas ini. Hal itu adalah debut Popp dalam kompetisi ini dan menandainya dengan gol pertamanya pada usia 31 tahun.

Sejak itu, Popp mencetak lima gol lagi, menjadi pemain pertama yang mencetak gol dalam lima pertandingan Euro Wanita berturut-turut. Pada Rabu (27/7) malam, dua golnya mengirim Jerman ke final, usai mengalahkan Prancis dengan skor 2-1.

Popp merupakan pemenang Liga Champions Wanita sebanyak tiga kali. Ia diakui sebagai satu di antara pemain wanita terbaik Jerman yang tampil bersinar dalam Euro Wanita 2022.

Sejak membuat debut internasional seniornya pada tahun 2010, Popp telah dua kali gagal membela Jerman di Euro Wanita. Kondisi tersebut sangat tidak mengenakan buatnya.

Pada tahun 2013, setelah meraih gelar klub Eropa keduanya, Popp tidak masuk skuad Jerman. Cedera pergelangan kaki yang membuatnya absen dan negaranya menjadi kampiun Euro Wanita untuk kali kedelapan.

Empat tahun kemudian, cedera lutut menjadi masalah. Faktanya, jika Euro Wanita tidak ditunda setahun karena pandemi Covid-19, Popp akan melewatkannya lagi karena cedera lutut parah lainnya, yang membuatnya absen selama 11 bulan.

Cara Popp bermain di Inggris begitu apik. Ia tahu betul untuk membantu Jerman tampil maksimal dalam setiap pertandingan Euro Wanita yang dimainkan.

“Sangat berarti bagi saya [berada di sini], harus saya akui,” kata Popp pada Rabu malam. “Anda melihatnya pada gol pertama tetapi juga di pertandingan lain – saya lebih emosional daripada sebelumnya karena saya tahu bagaimana saya sampai pada titik ini."

“Berada di sini, memiliki kesempatan untuk tampil seperti ini, sepenuhnya fit pada tahap ini, itu membuat saya sangat bangga, tetapi saya juga harus mengucapkan banyak terima kasih kepada semua orang yang telah berada di sana bersama saya."

“Staf medis yang selalu memotivasi saya di rehabilitasi. Pelatih saya di klub dan tim nasional, mereka terus percaya pada saya dan memberi saya kesempatan untuk sampai ke tempat saya harus berada di sini."

“Itu membuat saya sangat bangga dan saya sangat senang bahwa saya diizinkan bermain di sini dan kami telah mencapai final."

"Ini adalah cerita yang luar biasa dan saya harap kami akan memiliki akhir yang bahagia."

Sudah enam tahun sejak Jerman memenangkan gelar utama – emas Olimpiade di Rio 2016. Buat tim yang didekorasi dengan baik seperti ini, baik secara historis tetapi juga mengingat individu dalam skuad yang terbiasa memenangkan trofi terasa lama, namun, berkat Popp, Jerman kian dekat menjadi juara.

Bukan hanya golnya yang memainkan peran besar dalam perjalanan ke Wembley. Sebagai kapten tim, Popp memimpin dalam banyak hal.

Satu di antaranya adalah penampilannya di lapangan. Selain itu, Popp punya kepribadian sebagai pemenang dan motivator. Tapi pengalamannya dan bagaimana ia menghadapi situasi dalam permainan juga sangat penting.

“Kami membutuhkan pengalaman dan ketenangan mereka ketika ada rintangan,” kata pelatih Jerman Martin Voss-Tecklenburg, menjelaskan ketika ditanya tentang pentingnya pemain yang lebih tua dalam skuadnya, seperti Popp.

Komentarnya muncul setelah strikernya menghabiskan 10 menit pertama konferensi pers selepas pertandingan untuk mengajukan pertanyaan, sebelum berangkat untuk merayakan dengan timnya.

Voss-Tecklenburg menghabiskan waktu itu dengan tersenyum pada Popp dan mengangguk ketika menjawab pertanyaan tentang rekornya, dan perlombaan Sepatu Emas bersama Beth Mead dari Inggris.

"Saya sudah berada di tim ini sekarang selama 10 tahun," katanya. “Semangat yang kami miliki di tim ini, saya belum pernah mengalami hal seperti itu. Ini membuatnya begitu istimewa.”

Di atas penampilannya sendiri, ada faktor lain yang membuat turnamen ini sangat menyenangkan bagi Popp. Sebelumnya, ia harus melewati jalan panjang yang sulit.

“Sejujurnya, saya mendapat kesan bahwa saat ini saya dapat mengalami momen-momen ini lebih banyak lagi. Saya lebih menikmati momen-momen ini."

"Saya lebih menyukainya sepakbola daripada sebelumnya. Kedengarannya konyol. Bukan berarti saya tidak suka sepakbola sebelumnya, tetapi itu agak seperti pejalan kaki.

“Sekarang, untuk memiliki momen di lapangan, bermain di sini, saya sangat menghargai itu dan itu membuatnya sangat istimewa untuk berada di sini.”

Pada hari Minggu (31/7), Popp akan menikmati final Euro Wanita di Stadion Wembley yang tiketnya sudah terjual habis. Dalam laga tersebut Jerman melawan tuan rumah Inggris.

Jika Popp dan Jerman mampu mempertahankan permainan terbaiknya, gelar Euro Wanita bisa diraih. Akan tetapi, Inggris pasti mau juga menjadi kampiun di depan pendukungnya.