Kisah Buruk Home United Bertandang Ke Korea Utara

Komentar()
Klub papan atas Singapura tersebut mengalami hal buruk selama berada di Korut dan harus menelan kekalahan memalukan.

Home United mengalami kekalahan memalukan dalam sejarah mereka ketika dihajar klub Korea Utara, April 25 dengan skor telak 9-1 dalam laga semi-final antarzona Piala AFC 2018, Selasa (28/8) kemarin.

Sebagai kampiun Piala AFC zona ASEAN, raksasa S.League Singapura bertandang ke Pyongyang, ibukota Korut untuk melakoni duel leg kedua dengan bekal kekalahan 2-0 saat bermain di kandang sendiri sepekan sebelumnya.

Kisah buruk yang dialami Home United bermula setelah menempuh 16 jam penerbangan. Setibanya di bandara Pyongyang, segenap komponen tim Home United harus berurusan dengan petugas bea cukai Korut.

Bahkan laptop pelatih Aidil Sharin yang berisi rekaman video pertemuan pertama sempat disita petugas dan tak sampai di situ, terbatasnya akses internet menjadi kendala lain yang harus dihadapi.

"Persiapan untuk pertandingan sama sekali tidak ideal. Laptop saya disita oleh bea cukai dan saya tidak punya akses internet untuk bekerja demi persiapan tim," ungkap Aidil kepada Fox Sports.

Sesi latihan serta jalannya pertandingan yang tanpa memiliki siaran langsung juga menjadi masalah lain, dengan menurutnya wasit terlalu berpihak kepada tuan rumah.

"Kami juga diusir dari tempat latihan sebelum waktu yang ditentukan dan jalannya pertandingan juga sangat sulit," lanjut sang juru taktik. "Dua penalti diberikan kepada tuan rumah dan itu membunuh kami."

Home United menjadi klub Singapura pertama yang mampu menjadi juara Piala AFC zona ASEAN.

Artikel dilanjutkan di bawah ini

 

 

ARTIKEL TOP PEKAN INI I
1. PSSI Perpanjang Kontrak Luis Milla
2. Tujuh Kandidat Pengganti Jose Mourinho
3. Piala AFF U-22 Digelar Di Kamboja Pada 2019
4. Derita Juventus Tanpa Paulo Dybala
5. RESMI: Manchester United Dalam Krisis!
Selengkapnya:
Daftar Artikel Terlaris Goal Indonesia

 

Banner Lipuran Asian Games 2018

 

Tutup