Bendahara Kalteng Putra Khairul Fahmi, menceritakan kisahnya yang sempat diamankan Satgas Anti Mafia Bola, beberapa hari lalu. Ia diduga menjadi pelaku pengaturan skor saat laga kontra Persela Lamongan.
Khairul bersama dua rekannya dan enam perangkat pertandingan yang diamankan selepas pertandingan melawan Persela. Namun, akhirnya mereka dibebaskan karena tidak terbukti melakukan pengaturan skor.
Menurut Khairul, tindakan yang dilakukan Satgas Anti Mafia Bola karena ada laporan dari seseorang. Hanya saja, ia mengaku tidak mengenal dengan orang tersebut.
"Untuk nama pelapor saya lupa, setahu saya dia bergelar sarjana hukum," kata Khairul dikutip dari laman Antara.
Meski tidak terbukti melakukan pengaturan skor, Khairul mengaku timnya dirugikan. "Tim jelas terganggu, apalagi dalam persoalan ini ada permainan."
Selain itu, Khairul menyatakan Kalteng Putra sudah membayarkan tunggakan gaji para pemainnya. Sebelumnya, pasukan Gomes de Oliviera tersebut tidak menerima bayaran selama dua bulan.
"Mengenai gaji, saya tanyakan ke kapten tim, katanya sudah menerima. Mengenai semua sudah dibayar atau tidak, saya kurang begitu mengetahuinya."
