Penjaga gawang Persija Jakarta Shahar Ginanjar, mengaku sepakbola bukan minat pertamanya di dunia olahraga. Ia mengatakan bulutangkis merupakan olahraga yang digelutinya.
Hanya saja seiring berjalannya waktu, Shahar menjadikan bulutangkis sebatas hobi saja. Ia memutuskan berubah haluan ke sepakbola sehingga membesarkan namanya sekarang.
Ternyata keputusan yang diambil Shahar tepat. Pria berusia 29 tahun tersebut menjadi satu di antara penjaga gawang yang terkenal di Indonesia karena memiliki kemampuan yang bagus.
"Justru di awal saya minat ke bulutangkis dan sempat masuk sekolah bulutangkis di Puwakarta. Akan tetapi karena pikiran saya bulutangkis di daerah saya tidak akan maju maka dari itu saya akhirnya memutuskan untuk pindah ke sepakbola," kata Shahar dikutip laman resmi Persija.
Selain itu, Shahar menyatakan pernah mengikuti basket semasa sekolah. Posturnya yang menjulang tinggi menjadi modalnya untuk bermain basket pada saat itu.
"Saya juga sempat menggeluti basket. Waktu sekolah dulu dari SMP hingga SMA sempat rutin jalani basket hampir enam tahunan. Kebetulan tinggi badan juga mendukung," ujarnya.
Shahar gabung ke Persija pada 2018. Di musim perdananya eks pilar PSM tersebut berhasil membantu Macan Kemayoran, untuk mendapatkan gelar Liga 1, yang terakhir kali didapatkan 2001.
Selama berseragam Persija Shahar tampil sebanyak 22 kali. Minimnya jumlah penampilan mantan pemain Persib Bandung tersebut karena kalah bersaing dengan Andritany Ardiyasa.


