Orlando Gil, kiper tim nasional Paraguay, menanggapi kritik terhadap gaya permainan negaranya, setelah terjadi perselisihan dengan bintang Prancis Kylian Mbappé usai pertandingan antara kedua tim di babak 16 besar Piala Dunia 2026.
Kiper tersebut melemparkan bola ke arah penyerang Prancis itu karena Mbappé mengabaikan upayanya untuk berjabat tangan setelah peluit akhir dibunyikan.
Gil terpilih sebagai pemain terbaik dalam pertandingan yang dimenangkan Prancis berkat gol penalti Mbappé.
Menurut surat kabar Spanyol “AS”, insiden tersebut bermula ketika Gil menghampiri Mbappé untuk berjabat tangan segera setelah pertandingan usai, namun sang penyerang mengabaikannya. Sebagai balasan, kiper tersebut melemparkan bola ke arah punggung Mbappé—tindakan yang juga diabaikan oleh bintang Real Madrid itu, yang terus merayakan kemenangan dengan penuh amarah.
Surat kabar tersebut mengutip pernyataan kiper Gil yang langsung mengatakan: “Saya mengulurkan tangan untuk memberi selamat kepadanya, tetapi dia tidak memperhatikanku sama sekali, dan jujur saja, saya mengalami momen kemarahan yang sangat hebat. Begitulah adanya, dan setelah itu saya tenang kembali. Saya hanya ingin memberi selamat kepadanya karena mereka telah menampilkan performa yang luar biasa dan merupakan kandidat kuat untuk memenangkan gelar.”
Dalam konteks terkait, Gil menanggapi kritik yang ditujukan pada pendekatan taktis tim nasional Paraguay di bawah asuhan pelatih Gustavo Álvaro, dengan mengatakan: “Inilah sepak bola, dan jika mereka tidak terbiasa dengan hal ini, apa yang bisa kita lakukan? Paraguay memang seperti itu; kami adalah tim yang keras dan sangat kuat secara fisik, dan kami ingin menunjukkan kehadiran kami di lapangan serta tampil sebagai tim yang tangguh. Jika bola lewat, pemain tidak akan lolos, dan saya rasa tim telah menampilkan performa yang bagus.”
Gil, yang berusia 26 tahun, semakin mengukuhkan posisinya sebagai kiper unggulan di turnamen ini berkat penampilannya yang luar biasa dalam adu penalti melawan Jerman serta berbagai penyelamatannya yang menghentikan ancaman Prancis sepanjang pertandingan.


