منتخب الكويت

Kiper Kuwait Terpukul Dikalahkan Timnas Indonesia

Kiper cadangan Kuwait Sulaiman Abdulghafoor merasa terpukul dengan kekalahan 2-1 yang didapat Al-Azraq dari timnas Indonesia pada pertandingan perdana Grup A babak ketiga kualifikasi Piala Asia 2023, Kamis (9/6) dini hari WIB.

Kuwait sebetulnya sempat unggul terlebih dulu melalui tandukan tandukan Youssef Nasser pada menit ke-40. Namun eksekusi penalti Marc Klok selang empat menit kemudian, serta sontekan Rachmat Irianto di awal babak kedua membuat Indonesia membalikkan keadaan.

Kemenangan yang diraih Indonesia sangat mengejutkan bagi Kuwait. Apalagi kekalahan itu diperoleh Kuwait setelah terakhir kali terjadi pada 25 Oktober 1980 di turnamen Piala Merdeka di Kuala Lumpur, Malaysia.

Tentu saja kekalahan ini membuat langkah Kuwait untuk lolos ke putaran final menjadi makin berat. Setelah menghadapi Nepal, Sabtu (11/6) malam WIB, Kuwait akan menjalani laga terakhirnya melawan Yordania pada pekan depan.

Situasi itu diakui Abdulghafoor. Menurut pria berusia 31 tahun ini, kekalahan tersebut sangat memalukan, karena diperoleh di kandang dan di hadapan suporter. Kendati demikian, Abdulghafoor menegaskan, mereka akan berusaha bangkit di dua pertandingan sisa.

“Kekalahan dari Indonesia ini sangat sulit, karena terjadi di awal perjalanan kami. Apalagi ini terjadi di kandang kami, dan kami bermain di hadapan suporter yang memberikan dukungan sejak menit pertama,” ujar Abdulghafoor dikutip laman Al-Seyassah.

“Kami akan bekerja keras supaya bisa meraih kemenangan di dua pertandingan berikutnya untuk membayar kekalahan ini.”

Kekalahan dari Indonesia membuat Al-Azraq mendapat kritikan dari media setempat. Sejumlah media menilai performa yang diperlihatkan Bader Al-Mutawa dan kawan-kawan sangat buruk, dan tidak seperti biasanya.

Sebelumnya, Kuwait dinilai mengalami penurunan performa sepanjang tahun ini. Pada akhir 2021, Kuwait berada di posisi 141 peringkat FIFA, dan kini menduduki tempat ke-146. Hal itu tak lepas dari sejumlah pertandingan uji coba yang dilakoni sejak awal 2022. Kuwait masing-masing mendapatkan dua kemenangan dan kekalahan, serta satu imbang.

“Tim kami tidak memberikan level yang diharapkan sepanjang dua babak, karena membuang kesempatan untuk mengontrol kecepatan permainan. Penempatan posisi pemain kami buruk, dan umpan yang lambat, serta kekacauan pergerakan pemain kami,” tulis Al-Seyassah.

Iklan
0