Muhammad Risky Darmawan - Indonesia U-16Abi Yazid / Goal

Kiper Garuda Select Bicara Star Syndrome Hingga Pesan Orang Tua


LIPUTAN    MUHAMMAD RIDWAN  DARI  BIRMINGHAM

Star syndrome merupakan momok yang menakutkan bagi seorang publik figur dan juga pesepakbola. Kondisi tersebut dapat mempengaruhi performanya ketika bertanding.   

Sudah banyak para pesepakbola yang terkena star syndrome. Mereka yang bukan apa-apa, mendadak berubah sikapnya ketika sudah mendapatkan nama dan dikenal publik. 

Pesepakbola yang terjangkit star syndrome tersebut lupa untuk meningkatkan performa yang dimilikinya. Mereka terlena dengan popularitas yang telah didapatkannya.

Tak mau terinfeksi dengan star syndrome penjaga gawang Garuda Select Risky Sudirman, telah mempunyai cara. Ia mengatakan tidak bakal mengubah sikapnya kepada orang-orang terdekatnya.  

"Saya kalau diajak bermain dengan teman rumah ya saya ikut saja. Pendidikan juga tidak masalah karena di sini didukung penuh oleh Garuda Select," kata Risky.

Bukan bicara soal star syndrome saja. Pilar Persija Jakarta tersebut juga mengutarakan siasatnya mengatasi rasa kangen terhadap keluarga yang selama ini mendukung penuh kiprahnya bersama Garuda Select.

Maklum, Risky harus pisah dengan keluarganya karena mengikuti latihan Garuda Select di Inggris dan Italia sejak berapa bulan belakangan. Ia menjadi satu dari tiga penjaga gawang muda tanah air yang mendapat kesempatan mengikuti program tersebut.   

"Kangen [keluarga] sudah pasti, paling saya telepon orang tua. Terkadang kami bicara tentang program latihan yang saya lakukan di sini," ucapnya.

Risky pun menyatakan mendapat masukan dari ayahnya Sudirman, yang merupakan asisten pelatih Persija. Hal ini menjadi modalnya untuk meningkatkan performanya. 

"Terkadang ayah suka kasih tahu kesalahan apa yang saya lakukan. Biasanya dia juga nonton pertandingan untuk memberikan masukan," ujarnya.

Agenda terdekat Garuda Select bakal berhadapan dengan Preston North End U-18. Pertandingan uji coba tersebut bakal digelar pada 25 Februari mendatang.

Iklan
0