Aji Santoso - Persela LamonganGoal / Abi Yazid

Kiper Barito Putera Dipuji Aji Santoso

Penampilan gemilang Dian Agus Prasetyo di bawah mistar membuat Persela Lamongan hanya bisa mencetak satu gol ketika bermain imbang 1-1 melawan Barito Putera di Stadion 17 Mei Banjarmasin, Kamis (25/5) malam WIB.

Persela tampil agresif, terutama di babak pertama, sehingga mendapatkan sejumlah peluang melalui Saddil Ramdani dan Diego Assis. Menurut Aji, seharusnya Persela bisa membawa pulang tiga poin dari laga tadi malam.

“Alhamdulillah target saya mencuri poin di Barito akhirnya tercapai. Sejak awal saya sudah sadari tidak mudah mendapatkan poin di Barito, karena banyak tim besar berguguran di sini,” ujar Aji.

“Pertandingan berjalan sangat baik, seru, saling terbuka. Saya juga memainkan sepakbola menyerang. Kalau mau jujur, ada empat peluang yang seharusnya menjadi gol di babak pertama, dua dari Saddil, satu Assis, dan satu lagi saya lupa. Tapi penampilan bagus kiper Barito, akhirnya empat peluang bisa digagalkan.”

Aji mengungkapkan kunci sukses Persela mencuri satu angka di kandang Barito Putera. Menurutnya, pemain telah menjalani instruksi untuk mematikan pergerakan tiga kunci tuan rumah, Douglas Packer, Samsul Arif, dan Rizky Pora.

“Saya tekankan kepada pemain, kalau tidak melakukan pressing lebih dulu, kami sudah pasti tertekan. Sejak awal saya sudah minta untuk menekan di atas. Saya tidak mau pemain Barito bisa bermain bola di belakang [pertahanan Persela]. Taktik dan strategi ini bisa dijalankan anak-anak dengan baik,” beber Aji.

“Cukup disayangkan proses kemelut itu sangat cepat, akhirnya Samsul bebas, dan mencetak gol indah. Sebelum pertandingan saya sudah bilang, Barito punya tiga pemain kunci, Packer, Samsul, dan Rizky. Mereka sama sekali tidak boleh main dengan leluasa.”

Aji juga mengungkapkan alasannya mengganti penjaga gawang Dwi Kuswanto dengan memasukkan M Ridwan di awal babak kedua. Menurut Aji, kondisi Dwi mengalami penurunan, karena sang kiper masih merasakan demam.

“Sebetulnya tidak ada masalah teknis. Sebelum pertandingan kondisi Dwi tidak fit, karena dia sedang demam. Saya sudah tanya, tapi dia paksakan untuk tetap bermain. Setelah babak pertama, dia bilang sudah tidak kuat lagi,” jelas Aji.

LIMA ARTIKEL TOP PEKAN INI I
1.Jajal Korsel, Luis Milla: Modal Bagus Untuk Asian Games
2.Milan Petrovic Larang Pemain Arema Rayakan Kemenangan
3.Tak Penuhi FFP, AC Milan Terancam Batal Ke Liga Europa
4.RESMI: Unai Emery Pelatih Baru Arsenal
5.Semua Transfer Top Musim Panas 2018
Iklan