Penjaga gawang Barito Putera Muhammad Riyandi, bertekad menembus skuad utama timnas Indonesia U-22 pada SEA Games tahun depan. Ia tak mau hanya berpatisipasi saat tim Garuda Muda, menggelar pemusatan latihan (TC).
Hampir sepekan timnas Indonesia U-22, menggelar TC di Jakarta. Sebanyak 36 pemain dipanggil dalam agenda tersebut yang rencananya berakhir pada 31 Desember mendatang.
TC tersebut merupakan persiapan awal timnas Indonesia U-22 menuju SEA Games. Pesta olahraga paling bergengsi di kawasan Asia Tenggara tersebut bakal berlangsung di Vietnam, 21 November sampai dengan 2 Desember 2021.
"Target saya yang pertama tentu masuk ke dalam skuad utama. Setelah itu baru saya menargetkan untuk menjadi pemain inti, yang penting masuk skuad utama dahulu," kata Riyandi dikutip laman resmi Barito Putera.
"Yang pasti saya bersyukur kembali dipercaya dipanggil timnas. Saya tidak mau menyia-nyiakan peluang, setiap latihan pasti saya kerahkan 100 persen kemampuan saya," Riyandi menambahkan.
Abi Yazid / GoalPesepakbola berusia 20 tahun tersebut menyatakan tidak mengalami kendala dalam mengikuti TC timnas Indonesia U-22. Seluruh materi yang diberikan tim pelatih dapat dilaksanakannya dengan baik.
"Sudah sepekan alhamdulillah latihan lancar, latihan juga belum berat. Pelatih Shin Tae-yong memahami kondisi pemain, jadi masih latihan conditioning karena rata-rata pemain lama jeda," ujarnya.
Selain itu, Riyandi memastikan kondisinya prima. Cedera yang dialaminya pada September lalu, telah pulih sehingga bisa mengeluarkan seluruh kemampuan terbaiknya di TC timnas Indonesia U-22.
"Kondisi saya juga sekarang sudah fit. Kemarin memang sempat cedera, tapi alhamdulillah sudah aman. Karena pas libur latihan kemarin fokus penyembuhan," ujar pria asal Bogor, Jawa Barat tersebut.
Pada SEA Games tahun lalu, Riyandi hampir saja membawa timnas Indonesia U-22 meraih medali emas. Sayang, di pertandingan final, pasukan Garuda Muda dikalahkan Vietnam tiga gol tanpa balas.
Raihan tersebut lebih baik dibandingkan saat berlaga di SEA Games 2017, Kuala Lumpur, Malaysia. Ketika itu timnas Indonesia U-22 yang dibesut Luis Milla hanya mampu mendapatkan medali perunggu.
