Kim pan-gon 김판곤KFA

Kim Pan-Gon: Saya Hanya Pelatih Kerdil

Pelatih Malaysia Kim Pan-gon memilih bersikap merendah setelah berhasil membawa Harimau Malaya lolos ke putaran final Piala Asia 2023 dengan status sebagai salah satu runner-up terbaik babak ketiga kualifikasi.

Capaian Pan-gon ini tergolong spesial, mengingat ia baru ditunjuk sebagai pelatih Malaysia pada Januari 2022. Malaysia menjadi runner-up Grup E dengan mencatatkan dua kemenangan dan satu kekalahan.

Pan-gon akan melengkapi daftar pelatih asal Korea Selatan yang tampil di Piala Asia 2023. Sebab, Indonesia yang dibesut Shi Tae-yong juga lolos usai menempati peringkat dua Grup A. Sementara Park Hang-seo bersama Vietnam sudah lebih dulu lolos dengan hasil yang mereka peroleh di babak kedua kualifikasi Piala Dunia 2022.

Kendati demikian, Pan-gon bersikap merendah dengan menyebutkan sukses itu berkat kerja keras anak asuhnya, serta kerelaan klub melepas pemain ke tim nasional. Pan-gon merujuk kepada bos Johor Darul Takzim (JDT) Tunku Mahkota Johor, Tunku Ismail Sultan Ibrahim.

“Kalau di sini tidak ada fondasi, tidak mungkin [lolos]. Saya harus berterima kasih kepada semua tim Liga Super, pemilik klub, dan pemain. Contohhnya JDT dan TMJ atas dukungannya dalam melepas 15 pemain. Itu adalah kebiasaan untuk mereka. Itu bukan karena pelatih kerdil seperti saya yang melakukan sesuatu,” tutur Pan-gon dikutip laman Stadium Astro.

“Saya mengajukan tuntutan tinggi kepada presiden FAM (federasi sepakbola Malaysia), Datuk Hamidin Mohd Amin. Dia selalu berusaha memenuhi tuntutan dan fasilitas yang kami butuhkan. Saya bisa melihat pemain potensial. Ini bukan jerih payah saya, tapi orang-orang di sini.”

Pan-gon juga memuji semangat pantang menyerah pemain. Pendukung Malaysia sempat merasa resah ketika Bangladesh berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1. Namun mereka akhirnya memastikan tiket ke putaran final dengan kemenangan 4-1.

“Para pemain telah memberikan yang terbaik. Saya tidak ada keluhan kepada mereka. Saya mengatakan kepada mereka, laga ini dihadiri 50.000 suporter yang datang dengan harapan menyaksikan pertandingan yang menarik,” beber Pan-gon.

“Dalam beberapa pertandingan terakhir, saya menuntut para striker untuk lebih tajam. Saya tidak ingin para pemain bersantai, meski mereka sudah unggul satu atau dua gol.”

Iklan
0