Kim Pan-gon 김판곤KFA

Pelatih Malaysia: Berat Lewati Park Hang-Seo, Duel Kontra Shin Tae-Yong Menarik

Pelatih anyar Malaysia Kim Pan-gon menilai pertemuan dengan timnas Indonesia di masa mendatang akan berlangsung menarik, mengingat itu menjadi duelnya melawan arsitek skuad Garuda, Shin Tae-yong.

Kehadiran Pan-gon sebagai pelatih Malaysia menjadi sorotan. Hal itu disebabkan dua negara lainnya di kawasan Asia Tenggara, Vietnam dan Indonesia, juga ditangani pelatih asal Korea Selatan.

Vietnam saat ini ditangani Park Hang-seo, sedangkan Indonesia dibesut Tae-yong. Dari dua pelatih tersebut, Hang-seo lebih dulu mengenyam kesuksesan bersama Vietnam. Selain membawa tim U-23 menjadi runner-up Piala Asia U-23 2018, Hang-seo juga mengantarkan Vietnam menjadi kampiun Piala AFF 2018. Terakhir, Hang-seo membawa Vietnam mengalahkan Tiongkok.

Tak pelak, pertemuan ketiga negara ini di ajang regional diperkirakan berlangsung menarik. Sebab, Pan-gon akan membuktikan kualitasnya dibandingkan dua kompatriotnya yang sudah terlebih dulu beredar di kawasan ASEAN.

Apalagi Pan-gon dianggap sukses ketika menangani Hong Kong. Sebelum memutuskan menangani Malaysia, pria berusia 52 tahun ini menyandang status sebagai direktur teknik federasi sepakbola Korsel (KFA).

“Pelatih Park Hang-seo telah memimpin Vietnam, dan mengalahkan Tiongkok. Dia sudah mencapai banyak prestasi. Itu akan sulit buat saya untuk melewatinya. Tapi saya akan melakukannya secara bertahap,” ujar Pan-gon dikutip laman Chosun Ilbo.

“Malaysia juga berpotensi menghadapi Shin Tae-yong yang sekarang menangani Indonesia. Ini akan menjadi pertandingan yang menarik.”

Pan-gon mengungkapkan alasannya menerima tawaran melatih Malaysia. Menurut mantan pemain Ulsan Hyundai ini, Piala AFF telah menarik minatnya untuk kembali ke lapangan dibandingkan berkutat dengan administrasi.

“Saya selalu ingin berada di lapangan lagi ketika saatnya tiba. Saya sangat tertarik sekali dengan [atmosfer] Piala AFF yang digelar dua tahun sekali, turnamen bergengsi di kawasan Asia Tenggara,” ucap Pan-gon.

“Saya membayangkan memimpin tim di bawah dukungan Ultra Malaya, suporter tim nasional. Saya tidak ragu-ragu [menerimanya] setelah datang tawaran [dari Federasi Sepakbola Malaysia].”

“Saya akan kembali ke Korea suatu hari nanti, saat ini saya ingin menjadi pelatih. Ketika usia saya sudah mencapai 60 tahun, saya ingin bekerja di bidang administrasi lagi.”

Iklan
0