PT Liga Indonesia Baru (LIB), menginginkan kick-off Liga 2 dapat berjalan lancar. Ia tak mau kejadian duel pembuka kompetisi kasta kedua tana air tersebut terjadi seperti Liga 1 2019.
Kick-off Liga 1 2019 ternoda, karena ada kerusuhan suporter yang melibatkan oknum suporter PSS Sleman dengan Arema FC di Stadion Maguwoharjo, beberapa pekan lalu. Puluhan orang jadi korban dari kejadian tersebut.
Belajar dari pengalaman tersebut direktur sementara PT LIB, Dirk Soplanit mengatakan pihaknya bakal meminta keamaan bertugas lebih ketat. Persik Kediri kontra PSBS Biak pada 22 Juni 2019, dipercaya menjadi laga pembuka Liga 2.
"Saya kira segala sesuatunya kami ingin yang terbaik, tetapi kadang-kadang juga di luar kendali kami. Tapi dengan pengalaman yang ada saya kira kami harus lebih rapi lagi," kata Dirk.
"Artinya kalau sudah ada tanda-tanda menuju ke situ [rusuh] ya kami harus cepat mengambil langkah karena di Sleman itu sebenarnya awalnya sudah ada tanda-tanda. Tapi kemudian kami pikir itu cuma luapan-luapan kecil saja, eh tahu-tahu rusuhnya semakin membesar. Saya kira dengan pengalaman yang ada mungkin kami akan berupaya mengatur sedemikian rupa."
"Jadi semua kegiatan itu ada panpelnya, kami ini hanya menaunginya secara besarannya. Tapi secara detail pelaksanaan teknis itu ada pada panpel. Tentunya kalau ada masalah kami tidak bisa lepas tangan, kami harus mengawasi sampai sejauh mana panpel itu mempersiapkan diri untuk menangani itu," tambahnya.

