PSS SlemanPSS Sleman

Khawatir Menyalahi Aturan, PSS Sleman Tunggu Regulasi Resmi Pemain Asing

PSS Sleman sedang berkomunikasi dengan dua pemain asing. Namun, Super Elang Jawa belum bisa melakukan kontrak karena masih menunggu regulasi resmi terkait level legiun impor yang boleh direkrut.

Hanya saja, PSS masih menyimpan rapat nama kedua pemain asing tersebut. Klub yang dilatih Dejan Antonic tersebut cuma mau membeberkan posisinya penyerang dan gelandang.

“Proses negosiasi dengan keduanya berjalan baik. Mudah-mudahan jika tidak ada kendala 1-2 minggu ini bisa diselesaikan administrasinya," kata manajer PSS, Danilo Fernando

Klub Liga 1, tidak bisa asal mengontrak pemain asing. Ada standarisasi dari PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB), untuk legiun impor dapat tampil di kompetisi sepakbola kasta teratas nasional.

Mengacu Pasal 29 di Regulasi Liga 1 2020, setiap pemain asing wajib bermain sekurang-kurangnya 25 persen pertandingan dari total satu musim kompetisi di klub asalnya. Bila syarat terpenuhi, baru mereka boleh tampil di Liga 1.

PSS SlemanPSS Sleman

Sebagai contoh, pemain yang berasal dari Liga Jepang wajib minimal bermain di kasta kedua bersama klub sebelumnya. Sementara, untuk pesepakbola dari Konfederasi UEFA, minimal tampil di kasta ketiga.

"Kita tidak mau mengambil risiko meskipun pemain itu sudah masuk kriteria untuk masuk ke Indonesia. Ada kriteria lain yaitu presentasenya untuk masuk ke liga," ucapnya.

Kendati begitu, Danilo menyatakan proses perekrutan gelandang asing baru PSS sudah memasuki fasea akhir. Bahkan, ia menyebut negosiasi pihaknya sudah mencapai 80 persen.

"Yang striker memang agak alot sedikit tapi tetap kita incar karena demi kebutuhan pelatih. Semoga mereka bisa segera bergabung," ujar legenda Persik Kediri tersebut.

Skuad PSS telah melakukan persiapan jelang bergulirnya Liga 1 musim ini sejak beberapa pekan lalu. Seluruh pemain penuh semangat dalam menjalani program latihan yang diberikan.

Dijadwalkan Liga 1 musim ini bergulir pada 10 Juli mendatang. Seluruh pertandingan digelar di Pulau Jawa, menggunakan sistem bubble to bubble, yang dihelat enam seri dengan tiga klaster.

Iklan
0