Wawancara Eksklusif Kevin Hardiman CEO Dewa United: Gaya Sepakbola Ala Atletico Madrid Hingga Ambisi Liga Champions Asia

Cover_Dewa FC
Goal Indonesia
CEO Dewa United Kevin Hardiman mengerti bahwa kondisi sepakbola Indonesia tidak sederhana dan mudah, namun mereka hadir untuk menerobos hal tersebut.

Sepakbola Indonesia kembali kehadiran klub baru dengan nama Dewa United, yang berdomisili di Tangerang Selatan. Diperkenalkan pada Februari 2021, proses untuk melahirkan klub ini sendiri sudah direncanakan dalam setahun terakhir.

Seperti beberapa klub sebelumnya yang tiba-tiba muncul di kasta profesional dengan mengambil lisensi klub yang sudah ada, Dewa United juga demikian. Martapura FC, menjadi jalan ninja Kevin Hardiman dan rekan-rekannya untuk menembus strata profesional sepakbola Tanah Air.

Kepada Goal Indonesia, Kevin menceritakan apa yang mendorong dirinya dan rekan-rekan lain di Dewa United untuk akhirnya terjun ke sepakbola Indonesia, yang sejatinya tak pernah sederhana dan mulus-mulus saja.

Nama Dewa United yang terkesan unik dan tak biasa, sebenarnya muncul dari kebiasaan yang sederhana. Dewa United sendiri bukan hanya memegang bidang sepakbola, karena sudah ada tim eSports, hingga basket dengan nama Louvre Dewa United Surabaya.

"Filosofinya, saya bersama David [CEO Dewa United eSports] dan Michael Owe [CEO Louvre Dewa United] sudah berteman dan sering bermain. Kalau melakukan suatu hal yang luar biasa, atau jago di bidangnya, 'Wah, dewanya nih.. Dewanya…' Awalnya sih seperti itu. Pak David suka main gim. Lalu, kami semua bergabung. Menamakan diri “Dewa” karena paling hebat," ungkap Kevin santai.

"Dalam perjalanan ke depan, kalau nanti sudah di Liga 1 bermain dengan cantik, dengan sendirinya masyarakat Tangerang Selatan akan mencari tahu [filosofi klub]. Mencari tahu di mana homebase-nya. Di mana training ground kami. Itu mengalir dengan sendirinya. Orang akan tahu sendiri," sambung Kevin.

Dewa United - CEO Kevin Hardiman

Percaya Bisa Mengatasi Kesulitan Sepakbola Indonesia, Hingga Menembus Panggung Asia

Proses jadi bagian penting dalam sepakbola, namun sebagai klub baru, Dewa United punya target tinggi dan ingin berproses dengan cepat. Kevin percaya diri, bahwa resistensi dari keberadaan klub-klub lama di kawasan Tangerang, bisa diatasi dengan baik. Karena Dewa United sendiri punya semangat untuk mengubah wajah sepakbola Indonesia.

"Dunia sudah mulai bertransisi, berubah ke digital. Mungkin di sini sudah tepat waktunya untuk berubah. Saya sudah mengikuti sepakbola nasional sejak usia 8-9 tahun. Sejak zaman Primavera sampai sekarang. Kita tetap diam. Bahkan jauh mundur. Saya merasa miris. Saya merasa ada kesempatan untuk membenahi sepakbola nasional. Tujuan utamanya itu," papar Kevin.

"Jujur, saya tidak menargetkan sesuatu yang muluk bersama Dewa United. Tahun pertama, saya yakin bisa membawa tim ke Liga 1 dan untuk dua tahun selanjutnya bisa juara, atau minimal runner-up. Sehingga kami bisa ikut Piala AFC atau Liga Champions Asia. Itu jalan saya untuk membenahi sepakbola nasional."

"Sepakbola buat saya bukan cuma passion, tapi sudah mendarah daging. Sekarang saya merasa bersama Dewa United bisa melakukan pembenahan itu," tutur Kevin.

Stadion Sendiri, dan Potensi Tangerang Selatan

Yang menarik, Dewa United sudah punya peta rencana mereka dan target memiliki stadion sendiri dalam beberapa tahun ke depan. Kevin sadar betul potensi Tangerang Selatan sebagai sebuah daerah yang perkembangannya pesat. Belum lagi, semangat sepakbola di kawasan tersebut juga cukup baik, dengan keberadaan Sekolah Sepakbola (SSB) di mana-mana.

"Mungkin 1,5 tahun paling cepat di daerah Mega Mendung, Puncak. Kami akan buat stadion dengan kapasitas yang tidak banyak, tapi minimal bisa melakukan training center. Satu lagi, kami ada di daerah Pagedangan (Kabupaten Tangerang). Di situ untuk tempat latihan kami, eSports kami, jadi satu tempat untuk sports center," urai Kevin.

"Pasti akan kita ikut sertakan [bakat asli Tangerang]. Akan kami seleksi. Tergantung dari pemain itu sendiri kemampuannya bagaimana. Secara khusus, saya juga akan mengedepankan keberagaman. Ada pemain Papuanya, pemain Sulawesinya... mana yang terbaik akan kami ambil. Akan kami padukan."

"Media juga tahu lah, fanatisme sepakbola di sini seperti apa. Mulai dari jumlah lapangan, para pemain yang tinggal di sini… Sangat banyak. Saya lihat Tangerang Selatan itu menyimpan banyak potensi. Dibandingkan saya bawa dari Martapura ke Jakarta. Mungkin saya harus menghadapi The Jak, yang jujur saya juga bagian dari itu sejak bergabung dengan tim Persigawang, lalu jadi anak gawang tahun 2000-an.

"Saya sadar, berat menghadapi mereka. Apalagi sudah punya stadion sendiri, Jakarta International Stadium. Jadi, saya ambil daerah Tangerang Selatan. Kebetulan sudah lama saya tinggal dan terbiasa di sini, seperti Kota Tangerang, Serpong, BSD, dan Alam Sutera."

Kevin bakal bekerja sama dengan Rendra Soedjono, sosok yang tidak asing untuk pencinta sepakbola nasional, sebagai pembawa acara pertandingan Liga 1. Rendra dipercaya menjabat COO Dewa United.

"Sebelumnya sudah kenal dan punya hubungan emosional dengan sepakbola. Kita punya tujuan yang sama, yang tadi saya bilang, yaitu membenahi sepakbola nasional. Malu. Kita tahu sendiri fanatisme sepakbola Indonesia seperti apa. Bahkan sudah menjadi budaya. Olahraga rakyat. Bisa dibilang, kita tidak ikut Piala Dunia, tapi setiap ada Piala Dunia rasanya kita seperti ikut Piala Dunia."

"Saya cukup sedih apalagi karena sepakbola sudah menjadi bagian hidup saya..."

Dewa United

Ngotot Seperti Atletico Madrid

Kashartadi telah diumumkan sebagai pelatih yang dipercaya memegang kendali tim di tahun pertamanya. Kas punya tugas, untuk membentuk tim yang kaya akan determinasi. Atletico Madrid menjadi idaman Kevin. Pemain dengan fisik dan mental tangguh, komposisi mayoritas pemain muda. Akademi pun masuk dalam perencanaan Dewa United beberapa tahun ke depan, dengan harapan dapat menjadi pabrik pemain untuk tim mereka sendiri.

"Secara fans, saya fans AC Milan sejak era Marcel Desailly sampai Oliver Bierhoff, George Weah, Andriy Shevchenko… Tapi model yang akan saya mainkan seperti Atletico Madrid. Bermain pressing. Makanya 60-70 persen materi Dewa United adalah pemain muda. Saya gojlok fisik dan stamina mereka. Sisanya, beberapa akan saya pakai marquee player yang berpengalaman dan kualitasnya di atas para pemain muda," ungkap Kevin menjabarkan.

"Filosofi saya seperti Atletico; pressing dan mainkan ritme. Tidak jauh beda dengan Shin Tae-yong lah. Stamina dulu yang digojlok, baru mental. Sudah terbukti kok dia bisa ngalahin Jerman. Gampang kok sudah ada contoh, tinggal kami salin dan jalankan."

"Dulu Persija juga mengambil para pemain dari berbagai kecamatan. Saya akan mengadopsi cara seperti itu dalam pembibitan pemain muda. Enam bulan ke depan, saya akan bangun youth academy. Mungkin setelah Liga 2 selesai bulan November atau Desember, akan saya bentuk segera."

"Untuk saat ini, karena target kami promosi Liga 1, kami mengambil beberapa pemain. Mungkin empat lima pemain plus kiper yang oke. Sisanya, pemain muda. Itu untuk musim pertama. Musim kedua, seperti yang sudah saya bilang, kami akan kembangkan pembibitan pemain muda. Kami bangun U-10, U-12, U-14, akhir tahun nanti. Saya ingin menciptakan pemain juga," tutupnya.

Tutup